Viral Review Menu MBG Rp8 Ribu Oknum Kades Galuga, Warganet Pertanyakan Sisa Anggaran Program MBG
BOGOR, Update Cerita Indonesia – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi sorotan publik setelah viral sebuah video ulasan menu makanan yang diunggah akun TikTok bernama @Subadrahsintawati pada Jumat (8/5/2026).
Dalam video tersebut, seorang ibu rumah tangga mereviu menu MBG yang disebut berasal dari dapur milik oknum Kepala Desa Galuga, Haji Endang Sudjana, S.E. Ia menampilkan isi paket makanan yang dibagikan kepada masyarakat, khususnya lansia dan balita.
Menu yang diperlihatkan dalam video itu terdiri dari satu buah jeruk yang disebut bernilai Rp2.000, satu roti Rp2.000, nugget Rp1.000, keripik Rp1.000, serta dua iris timun. Total nilai makanan tersebut diperkirakan sekitar Rp8.000 per porsi.
Narasi dalam video kemudian mempertanyakan sisa anggaran dari program MBG tersebut.
“Cuma warganya gak berani protes juga ibu-ibunya, dan menu tersebut sama lansia dan balita,” ucap perekam video menggunakan bahasa Sunda.
Tak hanya menyoroti kualitas menu, perekam video juga menyampaikan dugaan adanya ketidakadilan dalam proses perekrutan tenaga kerja di dapur MBG tersebut. Ia mengaku warga pernah mengajukan lamaran kerja namun ditolak dengan alasan tidak memenuhi syarat pendidikan minimal lulusan SMA.
Namun demikian, ia menilai di lokasi tersebut terdapat pekerja yang justru tidak memiliki latar pendidikan formal memadai dan diduga masih memiliki hubungan keluarga dengan pihak pengelola.
“Kumaha teu benghar, he..he,” ucapnya dalam video sambil menyinggung dugaan keuntungan yang diperoleh pihak tertentu dari pengelolaan dapur MBG.
Pernyataan tersebut memunculkan dugaan praktik nepotisme dalam pengelolaan program yang seharusnya mengedepankan prinsip transparansi, profesionalitas, dan keberpihakan terhadap masyarakat penerima manfaat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari Kepala Desa Galuga maupun pihak pengelola dapur MBG terkait viralnya video tersebut serta tudingan yang berkembang di tengah masyarakat.
Masyarakat berharap pemerintah daerah, dinas terkait, serta aparat pengawas melakukan evaluasi dan penelusuran terhadap pengelolaan program MBG agar pelaksanaannya benar-benar tepat sasaran, transparan, dan tidak menimbulkan dugaan penyalahgunaan anggaran.
Sementara itu, sejumlah warga meminta agar pengawasan terhadap kualitas makanan untuk lansia dan balita diperketat mengingat program tersebut menyangkut kebutuhan gizi kelompok rentan.
Sesuai prinsip kode etik jurnalistik, seluruh informasi dalam pemberitaan ini masih memerlukan konfirmasi dan pendalaman lebih lanjut dari pihak-pihak terkait guna menjaga asas keberimbangan dan praduga tak bersalah.(F)