Desa Gunung Putri Tembus 5 Besar Nasional, 64 Titik CCTV dan Desa Bersinar Jadi Andalan
BOGOR, Update Cerita Indonesia — Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, masuk dalam lima besar desa berprestasi terbaik tingkat nasional pada kategori kewilayahan/Regional 2 (Jawa-Bali) tahun 2026.
Tahapan pemaparan dan wawancara Penjaringan Desa/Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional 2026 berlangsung di Gedung Graha Mandiri, Kantor Desa Gunung Putri, Selasa (6/10/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Bogor Rudy Susmanto, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika, sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta panitia pelaksana dari Kementerian Dalam Negeri.
Capaian tersebut melengkapi prestasi Desa Gunung Putri sebelumnya yang disebut meraih juara pertama tingkat Kabupaten Bogor dan peringkat ketiga tingkat Provinsi Jawa Barat.
Dalam sesi pemaparan, Kepala Desa Gunung Putri Damanhuri menjelaskan sejumlah program yang menjadi bagian dari strategi pembangunan dan pelayanan masyarakat. Salah satunya adalah konsep Desa Berorientasi Digital Terpadu atau smart village.
Menurut Damanhuri, pemerintah desa telah memasang kamera pengawas atau CCTV di 64 titik yang tersebar di 46 RT. Infrastruktur tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan pelayanan, keamanan, serta pemberdayaan masyarakat.
Selain digitalisasi, Desa Gunung Putri juga mengembangkan konsep Kampung Ramah Lingkungan (KRL) yang diarahkan untuk menciptakan lingkungan yang nyaman, aman, bersih, dan sehat.
Program Desa Bersinar (Bersih Narkoba) juga menjadi salah satu perhatian pemerintah desa. Damanhuri mengatakan pemantauan dilakukan bersama unsur keamanan dan kewilayahan, termasuk pihak kepolisian melalui Polsek serta TNI melalui Babinsa Koramil, terutama dalam upaya mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di lingkungan masyarakat.
Di sektor ekonomi, pemerintah desa mengklaim terdapat peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes) melalui pengembangan usaha desa dan pembinaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Seluruh pemaparan tersebut menjadi bagian dari penilaian tim juri tingkat pusat untuk menentukan peringkat juara pertama, kedua, dan ketiga pada masing-masing regional. Persaingan antardesa dinilai cukup ketat karena setiap peserta membawa inovasi dan program unggulan masing-masing.
Saat diwawancarai jurnalis Update Cerita Indonesia mengenai konsep yang diterapkan hingga Desa Gunung Putri mampu mencapai prestasi tersebut, Damanhuri memberikan jawaban singkat sembari menunjuk bagian dadanya.
Menurutnya, pencapaian tersebut tidak hanya bertumpu pada program, tetapi juga pada ketulusan, komitmen, kreativitas, dan inovasi dalam menjalankan amanah sebagai kepala desa.
"Dengan hati," ujar Damanhuri.
Ia menjelaskan bahwa kepemimpinan harus dijalankan dengan ketulusan dan komitmen untuk terus memajukan desa melalui program yang telah dirancang, sekaligus membuka ruang bagi kreativitas dan inovasi.
Hasil akhir penilaian tingkat nasional masih menunggu keputusan tim juri. Desa Gunung Putri berharap capaian tersebut dapat berlanjut dengan prestasi sebagai juara tingkat nasional.(JS)