Sekolah Widya Kusuma Bakal Tutup, Ternyata Lahan Bukan Milik Sekolah
BOGOR, Update Cerita Indonesia - Yayasan Pendidikan Widya Kusuma yang terletak Perum Cileungsi Hijau dijalan Thata hijau Raya Desa Cileungsi Kidul Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor provinsi Jawa Barat yang menaungi SMP Widya Kusuma, SMA Widya Kusuma, dan SMK Widya Kusuma dipasang plang pemberitahuan agar segera mengosongkan gedung atau merelokasi siswa secara sukarela.
Konflik antara yayasan dan pihak yang mengaku sebagai pemilik tanah ini pun diketahui sudah terjadi sejak lama, hingga keduanya kini kembali bersitegang hingga berujung pada pemasangan plank pemberitahuan untuk mengosongkan gedung sekolah.
Sekolah tersebut menghadapi ancaman relokasi karena tanah yang mereka gunakan adalah milik PT Mentari Bersahabat Indonesia berdasarkan SHGB 4751. Berdasarkan keterangan dari perwakilan PT Mentari Bersahabat Indonesia pemegang surat kepemilikan tanah telah membeli tanah seluas 4412 M Persegi kini berhak atas tanah yang merupakan lokasi yayasan pendidikan Widya Kusuma.
"Dari tahun 2018 lahan yayasan ini sudah resmi milik kami dan kami berhak untuk memanfaatkan atau mengunakan lahannya", ujar Baginda selaku penerima kuasa PT Mentari Bersahabat Indonesia. Senin (18/11/2024).
Menurutnya dari tahun 2018 pihaknya telah mencoba meminta pihak yayasan agar segera mencari solusi untuk merelokasi siswanya namun hingga saat ini tak digubris dan terpaksa harus kami pasang plank.
"Dari beberapa tahun silam kami udah ingatkan yayasan agar segera merelokasi siswanya dengan sukarela dan baik untuk menghindari konflik, tapi diabaikan terpaksa sekarang kami pasang plank pemberitahuan", ucapnya.
Sementara Bowo yang mengaku dari pihak yayasan Pendidikan Widya Kusuma saat dikonfirmasi disekolah menyebutkan bahwa dirinya selaku pekerja di yayasan tersebut tidak mengetahui persis permasalahan tersebut.
Secara detail saya tidak tau permasalahan ini , namun pasca ada plank disekolah saya diintruksikan oleh atasan saya agar tetap melakukan kegiatan seperti biasa termasuk belajar mengajar dan peserta didik jangan sampai terganggu dengan adanya hal tersebut",jelasnya Selasa (19/11/2024)
Dirinya juga mengaku khawatir dengan adanya konflik ini bisa menggangu konsentrasi peserta didik dalam proses pembelajaran.
"Saya khawatir dampak dari konflik siswa siswi yang sedang menimba ilmu jadi terganggu", akunya
Ia juga berharap konflik ini segera bisa diselesaikan dan semua pihak bisa memberikan solusi terbaik
"Semoga cepat selesai konflik dengan jalan terbaik", harapnya.(Red)