RSUD Cibinong Batasi Akses Media, Transparansi Publik Dipertanyakan

BOGOR, Update Cerita Indonesia —Acara konferensi pers yang digelar oleh RSUD Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Kamis (13/11/2025) menuai sorotan. Pasalnya, pihak rumah sakit diduga membatasi kehadiran jurnalis hanya bagi media yang sudah terdaftar sebagai mitra resmi. Kebijakan tersebut dianggap janggal dan bertentangan dengan prinsip keterbukaan informasi publik, terutama bagi institusi milik pemerintah.

Konferensi pers yang dijadwalkan berlangsung pukul 13.00 WIB itu hanya mengundang beberapa media tertentu. Saat Johner Simanjuntak salah satu jurnalis Update Cerita Indonesia.com berusaha melakukan registrasi, Kepala Humas RSUD Cibinong, Gumelar, menolak kehadirannya dengan alasan bahwa kegiatan tersebut “hanya untuk media mitra rumah sakit.”

Penolakan itu menimbulkan tanda tanya besar mengenai komitmen RSUD Cibinong terhadap asas transparansi informasi publik. Seharusnya, sebagai lembaga pelayanan masyarakat, setiap informasi yang berkaitan dengan kegiatan dan layanan rumah sakit wajib dapat diakses oleh seluruh media tanpa diskriminasi.

“Ini bukan soal undangan, tapi soal hak publik untuk tahu. RSUD Cibinong adalah lembaga milik pemerintah, bukan institusi privat,” ujar Johner Simanjuntak perwakilan Update Cerita Indonesia.com di lokasi acara.

Media tersebut menegaskan bahwa pihaknya bukan media abal-abal, melainkan portal berita yang telah eksis dan aktif dalam menyampaikan informasi di berbagai sektor. Kehadiran jurnalis di acara tersebut pun dimaksudkan untuk mengonfirmasi sejumlah isu penting seputar pelayanan rumah sakit.

Insiden ini menunjukkan kurangnya pemahaman sebagian pejabat terhadap tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dalam pelayanan publik, khususnya di bidang kehumasan. Oleh karena itu, Bupati Bogor dan Sekretaris Daerah (Sekda) diminta untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pejabat di lingkup RSUD Cibinong, agar penempatan jabatan benar-benar berdasarkan meritokrasi dan profesionalisme.

“Pejabat publik harus membuka ruang komunikasi yang setara bagi semua media. Jangan sampai ada kesan menutup-nutupi informasi,” tegas.(F)

UpdateCerita TV