Rekonstruksi Jalan Senilai Rp7,9 Miliar Disorot, Warga Keluhkan Macet dan Minta Pengawasan Ketat

BOGOR, Update Cerita Indonesia — Kemacetan lalu lintas cukup parah terjadi di sepanjang Jalan Raya Cibinong–Narogong seiring berlangsungnya pekerjaan rekonstruksi dan peningkatan jalan yang saat ini tengah dikerjakan. Kepadatan kendaraan dilaporkan meningkat signifikan terutama pada jam sibuk pagi, siang, dan sore hari.

Dampak kemacetan dirasakan langsung oleh para pengguna jalan, khususnya ribuan karyawan pabrik yang melintas di jalur tersebut. Pengendara roda dua terpaksa mencari jalur alternatif melalui gang-gang sempit di kawasan permukiman warga, sementara pengemudi kendaraan roda empat harus mengantre panjang di sejumlah titik proyek.

Berdasarkan informasi di lapangan, terdapat enam segmen pekerjaan yang tersebar di wilayah Cibinong, Citeureup, Gunung Putri, Klapanunggal, Cileungsi, hingga Narogong dengan total panjang penanganan mencapai sekitar 789 meter. Pekerjaan difokuskan pada perbaikan ruas jalan yang mengalami kerusakan, seperti retak dan penurunan kualitas permukaan.

Proyek tersebut dilaksanakan oleh CV Surya Gemilang dengan nilai kontrak sebesar Rp7.949.405.175,13 dan jangka waktu pelaksanaan selama 150 hari kalender, terhitung sejak 6 Maret 2026 sesuai dokumen kontrak.

Jalan Raya Cibinong–Narogong diketahui merupakan jalur utama berstatus jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Bogor dengan Kota Bekasi. Selain itu, jalur ini juga menjadi akses vital bagi distribusi logistik dan aktivitas industri, mengingat kawasan tersebut merupakan salah satu sentra industri dengan lalu lintas kendaraan berat yang tinggi.

Sejumlah kalangan masyarakat turut menyoroti pelaksanaan proyek tersebut. Salah satunya pemerhati sosial dan pembangunan, Johnner Simanjuntak, yang meminta agar pekerjaan dilakukan sesuai standar teknis dan spesifikasi kontrak.

Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas pekerjaan, termasuk penggunaan material dan ketebalan konstruksi jalan agar hasil pembangunan tidak cepat mengalami kerusakan.

“Pengawasan dari dinas terkait harus dilakukan secara optimal. Jangan sampai kualitas pekerjaan menurun karena praktik yang tidak sesuai spesifikasi,” ujarnya.

Hingga berita ini disampaikan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait mengenai upaya pengaturan lalu lintas untuk mengurai kemacetan selama proses pekerjaan berlangsung. Redaksi tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak-pihak terkait sesuai dengan kode etik jurnalistik.(F)

UpdateCerita TV