Puluhan Balita di Tanjungsari Diduga Keracunan Makanan Program MBG, 59 Anak Jalani Pengobatan

BOGOR, Update Cerita Indonesia – Sebanyak 59 anak balita di Kampung Pasir Tanjung Kolot, Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui Posyandu, pada Senin (6/4/2026).

Peristiwa tersebut baru diketahui pada Selasa sore (7/4/2026), setelah sejumlah warga melaporkan adanya gejala sakit yang dialami anak-anak usai mengonsumsi makanan dari program tersebut.

Salah satu warga berinisial AN mengatakan, puluhan anak mengalami keluhan kesehatan seperti diare, demam, dan kondisi tubuh lemas.

“Banyak anak-anak yang mengalami berak, panas dingin, dan meriang setelah mengonsumsi makanan MBG kemarin,” ujar AN kepada wartawan, Selasa (7/4/2026).

Menurutnya, para orang tua kemudian membawa anak-anak mereka ke fasilitas kesehatan terdekat, seperti klinik dan Puskesmas Tanjungsari, untuk mendapatkan penanganan medis.

“Korban bukan anak sekolah, melainkan balita dari program yang disalurkan melalui desa dan kader. Data sementara yang beredar mencatat ada 59 anak yang mengalami dugaan keracunan,” tambahnya.

Ia menjelaskan, dari jumlah tersebut, sebagian anak mengalami gejala ringan dan menjalani rawat jalan, sementara beberapa lainnya mendapatkan penanganan lebih lanjut di fasilitas kesehatan.

“Sebagian hanya minum obat warung, sebagian lagi berobat jalan ke klinik dan puskesmas,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan pendataan dan penelusuran lebih lanjut terkait penyebab pasti kejadian tersebut.

Kapolsek Tanjungsari, Iptu Eka Sakti, saat dikonfirmasi belum memberikan tanggapan.

Hal serupa juga terjadi pada Kepala Puskesmas Tanjungsari dan pihak pengelola program MBG di wilayah tersebut yang belum berhasil dimintai keterangan.

Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat, mengingat program Makan Bergizi Gratis merupakan bagian dari upaya peningkatan gizi bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Warga berharap adanya investigasi menyeluruh guna memastikan keamanan dan kualitas makanan yang disalurkan kepada masyarakat.(F)

UpdateCerita TV