Proyek Drainase Jalan Provinsi Gunung Putri–Cileungsi Disorot, Progres Lambat dan Minim Transparansi Tuai Kritik

BOGOR, Update Cerita Indonesia – Kebijakan pembangunan infrastruktur yang digagas Gubernur Dedi Mulyadi di wilayah Jawa Barat mendapat perhatian luas dari masyarakat, khususnya dalam upaya mengatasi kemacetan dan banjir melalui perbaikan jalan serta drainase di sejumlah ruas jalan provinsi.

Salah satu proyek yang saat ini berjalan adalah pekerjaan pendalaman dan penataan saluran drainase di sepanjang ruas jalan provinsi yang menghubungkan wilayah Gunung Putri hingga Cileungsi, Kabupaten Bogor. Pekerjaan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas saluran air guna mengurangi genangan dan memperlancar arus lalu lintas.

Namun demikian, berdasarkan pantauan di lapangan dan keterangan sejumlah pihak, progres pekerjaan dinilai belum optimal. Meski proyek disebut telah dimulai sejak anggaran tahun 2025, sebagian saluran drainase masih dalam kondisi terbuka dan belum selesai dikerjakan.

Kondisi tersebut berdampak pada penyempitan badan jalan, yang berpotensi memicu kemacetan, terutama pada jam sibuk. Selain itu, material tanah bekas galian yang masih berada di sekitar badan jalan dilaporkan dapat menimbulkan risiko keselamatan pengguna jalan, terutama saat kondisi basah dan licin.

Pemerhati sosial dan pembangunan, Johnner Simanjuntak, menyampaikan keprihatinannya atas lambannya progres pekerjaan tersebut. Ia mempertanyakan kinerja pihak pelaksana proyek serta mendorong adanya transparansi dalam pelaksanaan pekerjaan.

“Jika progres pekerjaan berjalan lambat dan tidak tertata dengan baik, tentu perlu dilakukan evaluasi terhadap pelaksana proyek, termasuk memastikan bahwa pekerjaan dilakukan sesuai standar dan ketentuan yang berlaku,” ujarnya. Jumat (13/2/2026)

Selain itu, ia juga menyoroti tidak terlihatnya papan informasi proyek di lokasi pekerjaan. Padahal, papan proyek merupakan bagian penting dari transparansi publik yang memuat informasi terkait nilai anggaran, sumber dana, serta identitas kontraktor pelaksana.

Hingga berita ini disampaikan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak kontraktor maupun instansi terkait, termasuk Dinas PUPR Provinsi Jawa Barat, mengenai progres pekerjaan, target penyelesaian, serta kendala yang dihadapi di lapangan.

Masyarakat berharap proyek tersebut dapat segera diselesaikan sesuai rencana, dengan tetap memperhatikan kualitas pekerjaan, keselamatan pengguna jalan, serta prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran publik.

Update Cerita Indonesia akan terus berupaya memperoleh konfirmasi resmi dari pihak terkait guna memberikan informasi yang berimbang kepada publik sesuai dengan prinsip jurnalistik dan kode etik pers.(F)

UpdateCerita TV