Produksi Beras Nasional Meningkat, Petani Tanjungsari Justru Aksi Tuntut Perbaikan Irigasi
BOGOR, Update Cerita Indonesia – Di tengah tantangan perubahan iklim dan tekanan pangan global, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian disebut berhasil menjaga bahkan meningkatkan produksi beras nasional, yang turut mendapat pengakuan dari lembaga internasional. Namun, kondisi berbeda justru terjadi di tingkat daerah.
Sekitar 1.000 petani dari lima desa di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menggelar aksi damai pada Kamis (23/4/2026) di halaman kantor kecamatan setempat. Aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi terkait kebutuhan normalisasi irigasi Cikumpeuni serta penanganan tanggul penahan tanah (TPT) yang longsor di bagian hulu saluran irigasi.
Aksi ditujukan kepada Pemerintah Kabupaten Bogor, khususnya Dinas Pertanian, serta perwakilan anggota legislatif daerah. Para petani menilai kondisi infrastruktur irigasi saat ini belum mendapatkan penanganan optimal, padahal perannya sangat penting bagi keberlangsungan produksi pertanian.
Perwakilan petani, Sariphidayat, menyampaikan bahwa irigasi Cikompeni mengairi lebih dari 50 hektare lahan pertanian di lima desa, namun aliran air yang diterima petani masih terbatas.
“Kami berharap pemerintah daerah segera merealisasikan revitalisasi irigasi Cikompeni. Selama ini aliran air ke sawah masih minim, sehingga berdampak pada produktivitas hasil pertanian,” ujarnya.
Menurut petani, kerusakan saluran irigasi serta longsornya TPT di bagian hulu berpotensi mengganggu distribusi air secara signifikan, bahkan meningkatkan risiko gagal panen jika tidak segera ditangani.
Di lokasi yang sama, Danramil Koramil 08 Cariu–Tanjungsari, Kapten Czi Yoni Santoso, menyampaikan apresiasi kepada para petani yang telah menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para petani yang telah menyampaikan aspirasi dengan baik. Kami memahami bahwa persoalan irigasi sangat penting, terutama dalam mendukung sektor pertanian yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Ia juga berharap aspirasi yang disampaikan dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait, mengingat sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian nasional.
Aksi berlangsung dalam suasana kondusif dengan pengawalan aparat keamanan. Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pertanian Kabupaten Bogor maupun perwakilan legislatif terkait masih dalam proses konfirmasi untuk memberikan tanggapan resmi.
Peristiwa ini menjadi sorotan sebagai refleksi adanya perbedaan kondisi antara capaian sektor pertanian di tingkat nasional dan tantangan infrastruktur yang masih dihadapi petani di tingkat daerah. Masyarakat berharap adanya langkah konkret dan berkelanjutan guna memastikan sistem irigasi dapat berfungsi optimal demi mendukung ketahanan pangan.(Syah)