Penggerebekan Gudang Gas Oplosan Kirab Garuda Berujung Polemik, Warga Ambil Tabung dari Mobil Ditinggal Sopir

BOGOR, Update Cerita Indonesia — Penggerebekan gudang gas 12 kilogram hasil oplosan di kawasan Kirab Garuda, Kabupaten Bogor, oleh Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Mabes Polri berbuntut panjang. Dalam momentum penggerebekan tersebut, terjadi aksi pengambilan tabung gas 3 kilogram oleh warga dari sebuah kendaraan yang ditinggalkan sopirnya karena ketakutan ditangkap polisi.

Salah seorang warga berinisial RS (45) mengungkapkan, warga mengambil tabung gas 3 kilogram dari atas kendaraan karena kekesalan akibat kelangkaan gas di pasaran. Menurutnya, gas tersebut diduga ditimbun dan akan dioplos oleh para pemain gas ilegal demi meraup keuntungan pribadi.

“Waktu diambil dari mobil, sopirnya sudah kabur karena takut ditangkap. Warga dengar informasi kalau gas itu mau dioplos, jadi diambil beramai-ramai,” ujar RS.

RS melanjutkan, sehari setelah kejadian tersebut, beredar sebuah video yang meminta agar tabung gas yang diambil warga dikembalikan. Namun, orang yang membuat video tersebut diduga bukan pemilik sah gas 3 kilogram tersebut.

“Informasinya pemiliknya orang Depok yang punya pangkalan gas, bukan orang sekitar sini,” katanya. Kamis 22 Januari 2026

Yang lebih mengherankan, lanjut RS, pihak dalam video tersebut justru mengancam akan melaporkan warga ke kepolisian atas dugaan penjarahan.

“Pemilik aslinya saja tidak mempermasalahkan, kenapa mereka mau lapor ke polisi? Lagipula gas itu diduga akan digunakan untuk pengoplosan, yang jelas-jelas melanggar hukum,” tegasnya.

RS menduga, permintaan pengembalian tabung gas tersebut berkaitan dengan kepentingan para pemain besar gas oplosan di wilayah Kirab Garuda yang ingin memanfaatkan situasi.

“Kami juga tidak tahu kenapa tabung gas itu diminta dikembalikan ke Lapo Prodeo. Mereka bukan pemiliknya,” tandasnya.(F)

UpdateCerita TV