Pasca Disorot Diduga Siswa SDN CIbatok 1 Dilarang Foto Menu dan Bawa Pulang MBG
BOGOR, Update Cerita Indonesia – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 1 Cibatok, Desa Cimanggu, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, mendapat sorotan dari sejumlah wali murid. Mereka mempertanyakan komposisi menu makanan yang dinilai belum sepenuhnya mencerminkan standar gizi sebagaimana diharapkan dalam program tersebut.
Sejumlah orang tua murid juga mengaku adanya imbauan dari pihak sekolah agar siswa tidak membawa pulang maupun memotret makanan MBG. Salah satu wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan menyampaikan bahwa anaknya mengaku dimarahi setelah membawa pulang makanan tersebut.
“Anak sekarang dimarahi, dilarang membawa pulang dan memotret makanan itu,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).
Menurutnya, dalam praktik sehari-hari, tidak semua siswa langsung mengonsumsi makanan MBG di sekolah karena sebagian sudah sarapan dari rumah atau membeli jajanan saat jam istirahat. Akibatnya, makanan tersebut terkadang dibawa pulang untuk dikonsumsi setelah pulang sekolah.
“Anak-anak ada yang masih kenyang karena sarapan di rumah atau jajan, jadi biasanya dimakan sepulang sekolah,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari Yayasan Lentera Riyadul Hikmah, Henning, menjelaskan bahwa biaya penyediaan makanan MBG untuk tingkat sekolah dasar sebesar Rp8.000 per porsi.
Ia merinci, dari total anggaran tersebut, sebesar Rp2.000 dialokasikan untuk vendor bahan makanan dan Rp3.000 untuk biaya operasional. Namun, ia tidak merinci secara detail komponen anggaran lainnya.
“Biaya per porsi Rp8.000, vendor Rp2.000, dan biaya operasional Rp3.000,” jelasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi meskipun telah diupayakan konfirmasi.
Di sisi lain, aktivis sosial dan pemerhati kebijakan publik, Johnner Simanjuntak, menyampaikan kritik atas dugaan pembatasan dokumentasi dan penyampaian keluhan terkait program tersebut. Ia menilai ruang kritik masyarakat merupakan bagian penting dalam pengawasan kebijakan publik.
“Dalam masyarakat demokratis, kritik di ruang publik merupakan bagian dari kontrol sosial yang sah dan penting untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan,” ujarnya.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan asupan gizi siswa dan mendukung kualitas kesehatan serta proses belajar di sekolah. Oleh karena itu, transparansi, evaluasi, dan komunikasi terbuka antara pihak sekolah, penyedia layanan, dan orang tua dinilai penting guna memastikan program berjalan optimal dan sesuai standar.(F)