Orang Tua Soroti Komposisi MBG Di SDN 1 CIbatok, Pengelola Dapur Bantah Pengurangan Anggaran
BOGOR, Update Cerita Indonesia – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 1 Cibatok, Desa Cimanggu, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, mendapat sorotan dari sejumlah wali murid. Mereka mempertanyakan komposisi menu makanan yang dinilai belum sepenuhnya mencerminkan standar gizi sebagaimana yang diharapkan dalam program tersebut.
Salah seorang wali murid berinisial RH menyampaikan bahwa anaknya sempat membawa pulang makanan berupa nasi, tahu, tempe, sayur, dan buah pisang pada Selasa (10/2/2026). Menurutnya, menu tersebut belum menggambarkan komposisi gizi seimbang yang dipahami masyarakat sebagai bagian dari program makan bergizi.
“Yang diterima hanya nasi, tahu, tempe, sayur, dan pisang. Tidak ada daging maupun susu pada hari itu. Kami khawatir jika menu seperti ini tidak memenuhi standar gizi yang seharusnya,” ujar RH kepada wartawan.
RH juga menyoroti aspek anggaran per porsi makanan. Ia berharap tidak ada pengurangan biaya yang berpotensi memengaruhi kualitas menu yang diterima siswa.
“Sebagai orang tua tentu kami khawatir. Jangan sampai kualitas makanan berkurang dari standar yang sudah ditentukan dan berdampak pada kesehatan anak-anak,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) SDN 1 Cibatok dari Yayasan Lentera Riyadul Hikmah, Henning, menegaskan bahwa tidak ada pengurangan anggaran maupun penyimpangan standar gizi dalam pelaksanaan program.
“Kami tidak pernah melakukan pengurangan anggaran dan tidak ada yang tidak memenuhi standar gizi,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).
Henning menjelaskan bahwa yayasan yang dikelolanya menyuplai makanan untuk 13 sekolah di Kecamatan Cibungbulang. Terkait tidak adanya susu pada menu Selasa (10/2/2026), ia menyebut pemberian susu telah diatur dalam skema menu mingguan.
“Dalam satu minggu memang sudah kami atur menunya. Pada hari kemarin memang tidak diberikan susu karena sudah kami anggarkan dan jadwalkan di hari lainnya,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa penyusunan menu dilakukan berdasarkan perencanaan dan pendampingan tenaga ahli gizi sesuai ketentuan program MBG.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait di tingkat kabupaten maupun pengelola program MBG secara lebih luas mengenai evaluasi standar menu dan anggaran di sekolah tersebut.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan meningkatkan asupan gizi siswa sekolah dasar. Berbagai pihak berharap adanya pengawasan dan evaluasi berkala agar pelaksanaannya tetap transparan, akuntabel, serta sesuai standar yang telah ditetapkan.(F)