Modus MBG Makan Korban, Dugaan Penipuan Rp950 Juta Gegerkan Lombok Timur
LOMBOK TIMUR, Update Cerita Indonesia – Kasus dugaan penipuan berkedok program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian publik. Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap adanya dugaan penyalahgunaan proses verifikasi program MBG di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, dengan nilai kerugian korban diperkirakan mencapai sekitar Rp950 juta.
BGN menyebut modus yang digunakan pelaku diduga dengan menawarkan dan menjanjikan titik lokasi dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kepada calon mitra. Dalam menjalankan aksinya, pelaku juga diduga mengaku memiliki kedekatan dengan pejabat terkait guna meyakinkan para korban.
Selain itu, pelaku disebut memperlihatkan sejumlah foto dan dokumen tertentu untuk memperkuat klaimnya agar korban percaya terhadap proses yang ditawarkan.
Kasus tersebut kini dalam penanganan aparat kepolisian. Polres Lombok Timur diketahui telah menerima laporan masyarakat sejak Februari 2026 dan saat ini meningkatkan status penanganan perkara ke tahap penyidikan.
Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait dugaan keterlibatan pihak lain serta aliran dana dalam kasus tersebut. Aparat juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap berbagai tawaran yang mengatasnamakan program pemerintah, terutama yang meminta sejumlah uang dengan iming-iming kemudahan proses verifikasi maupun penunjukan proyek.
“Masyarakat diharapkan selalu melakukan verifikasi melalui jalur resmi dan tidak mudah percaya kepada pihak yang mengaku memiliki akses khusus terhadap program pemerintah,” demikian imbauan aparat.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang memanfaatkan nama program strategis nasional demi kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.
Hingga kini, proses penyidikan masih terus berjalan guna mengungkap secara menyeluruh pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.(Syah)