MBG Diproyeksi Kurangi Pengangguran Peningkatan Ekonomi dan Gizi Nasional

JAKARTA, Update Cerita Indonesia – Deputi Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung pemerintah berpotensi menciptakan sekitar 90 ribu lapangan kerja baru. 

Hal ini disampaikan dalam rangkaian penjelasan resmi terkait strategi pelaksanaan program yang akan dimulai pada 2025.

Menurut BGN, lapangan kerja tersebut akan tersebar di seluruh Indonesia melalui pendirian Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) yang ditargetkan mencapai 30.000 unit. Setiap SPPG akan mempekerjakan tiga tenaga inti: kepala satuan, ahli gizi, dan akuntan, yang akan dibayar menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Program ini tidak hanya fokus pada peningkatan status gizi masyarakat, tetapi juga sebagai strategi menciptakan peluang kerja langsung di komunitas,” ujar Deputi BGN dalam keterangannya, Sabtu (10/5/2025).

Selain tenaga inti, program MBG juga akan memberdayakan tenaga pendukung seperti juru masak dan relawan. Dana operasional akan disalurkan kepada mitra pelaksana untuk mendukung kegiatan tersebut.

Tak hanya itu, BGN memperkirakan setiap SPPG akan memicu terbentuknya sekitar 15 penyalur bahan baku lokal, yang masing-masing bisa mempekerjakan 2 hingga 5 orang. Ini membuka peluang bagi pelaku usaha kecil, seperti peternak ayam, petani sayur, hingga produsen olahan pangan.

Secara keseluruhan, program MBG diproyeksikan bisa menyerap hingga 1,5 juta tenaga kerja langsung dan tidak langsung, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Program MBG merupakan bagian dari agenda nasional yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas. 

Pemerintah menilai peningkatan akses terhadap makanan bergizi akan berdampak jangka panjang terhadap kualitas generasi penerus bangsa.(Man)

UpdateCerita TV