LSM dan Rekanan Nyaris Baku Hantam di PUPR, Pemerhati: “Kepemimpinan Kadis Patut Dievaluasi
BOGOR, Update Cerita Indonesia -Keributan yang terjadi di kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor beberapa hari lalu menuai keprihatinan dari berbagai pihak. Insiden tersebut dinilai mencoreng citra Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) serta memicu berbagai persepsi negatif di tengah masyarakat. Rabu 12 Nopember 2025
Keributan itu melibatkan elemen masyarakat dari salah satu LSM dengan beberapa rekanan/pengusaha, bahkan nyaris berujung pada baku hantam. Peristiwa ini cepat menyebar dan menjadi viral karena terekam langsung saat kejadian berlangsung.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula saat berlangsungnya audiensi antara Kepala Bidang (Kabid) Pengairan dengan beberapa orang dari oknum LSM di ruang kerja Kabid. Setelah obrolan berlangsung beberapa waktu, ajudan Kepala Dinas (Kadis) disebut masuk ke ruangan untuk meminta Kabid menyelesaikan pertemuan tersebut karena akan ada rapat yang segera dimulai.
Oknum LSM kemudian turun ke lantai bawah. Di lokasi tersebut, mereka bertemu dengan sejumlah rekanan yang diduga akan melakukan pertemuan dengan pihak bidang terkait. Situasi itu memicu kecurigaan dari pihak LSM, yang kemudian berujung pada adu argumentasi dan keributan.
Sejumlah pihak menyayangkan kejadian ini, termasuk pemerhati sosial dan pembangunan Kabupaten Bogor, Johnner Simanjuntak, yang dikenal dengan sapaan "Opung".
Menurut Johnner, pihak dinas semestinya dapat mengelola komunikasi dan koordinasi secara lebih baik sehingga insiden seperti ini tidak terjadi. Ia juga mengungkapkan pengalaman pribadinya yang beberapa kali kesulitan untuk bertemu Kepala Dinas PUPR, Suryanto, guna menyampaikan aspirasi masyarakat.
“Sebagai warga Kabupaten Bogor yang sudah lama tinggal di sini, saya ingin menyampaikan berbagai masukan terkait pelayanan dan pembangunan. Namun, saya sering merasa sulit untuk bertemu dengan Kadis. Sikap tertutup seperti ini tidak mencerminkan transparansi dalam pelayanan publik,” ujar Johnner. Sabtu 15 Nopember 2025
Ia berharap Dinas PUPR ke depan dapat lebih terbuka, responsif, dan profesional dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Saya sangat menyayangkan keributan yang terjadi di PUPR. Bagaimanapun, situasi seperti itu tidak seharusnya terjadi di lingkungan instansi pemerintah,” tambahnya.
Insiden ini diharapkan menjadi momentum evaluasi bagi internal Dinas PUPR Kabupaten Bogor agar proses pelayanan, komunikasi, dan koordinasi dapat berjalan dengan lebih baik dan transparan.(F)