Kades Sukaraharja Diduga Lakukan Kekerasan di Aula Desa, Warga Jadi Korban di Depan Forum
CIANJUR, Update Cerita Indonesia — Dugaan tindak kekerasan yang melibatkan Kepala Desa Sukaraharja, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, Jabar menjadi sorotan publik.
Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Minggu (5/4/2026) sekitar pukul 11.00 WIB di Aula Desa Sukaraharja, saat berlangsung kegiatan pembinaan masyarakat.
Korban bernama Ardiansah alias Dion, seorang warga yang juga aktif sebagai kreator konten di media sosial. Ia dikenal kerap menyuarakan kritik terhadap kondisi infrastruktur desa, termasuk jalan poros desa yang disebut dalam kondisi rusak parah.
Peristiwa bermula saat forum pembinaan masyarakat yang membahas kasus pencurian padi serta sosialisasi bahaya narkoba.
Dalam forum tersebut, Dion mengakui sempat membeli padi dari pihak yang tidak dikenalnya. Belakangan diketahui padi tersebut merupakan hasil pencurian dari warga setempat.
Permasalahan itu kemudian diselesaikan secara kekeluargaan. Dion mengganti kerugian dalam bentuk uang tunai karena padi telah diolah menjadi beras. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan bermaterai.
Namun, situasi diduga memanas ketika Kepala Desa Sukaraharja, Budi Rahman, mempertanyakan keberadaan Dion di desa. Berdasarkan keterangan korban, saat dirinya tengah duduk, Budi Rahman diduga melakukan tindakan fisik berupa memiting dari belakang, menarik pakaian, serta mencekram bagian mulutnya di hadapan peserta forum.
Hingga saat ini, dugaan tindakan tersebut masih menunggu klarifikasi dari pihak terkait.
Awak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa Sukaraharja, Rabu (8/4/2026) namun yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.
Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Kadupandak, Mumun Hamudin, menyampaikan bahwa pihak kecamatan akan segera memanggil kepala desa guna meminta penjelasan dan mengupayakan penyelesaian.
“Kami akan memanggil kepala desa dan berupaya menyelesaikan persoalan ini,” ujarnya.
Pihak pelapor berharap persoalan ini dapat segera diselesaikan. Kasus ini juga menjadi perhatian masyarakat luas, khususnya terkait dugaan tindakan kekerasan oleh aparatur pemerintahan desa terhadap warga.