Jalan Bogor Timur Rusak Parah Maut Mengintai, LSM Ingatkan Ancaman Sanksi Hukum bagi Pemerintah

BOGOR, Update Cerita Indonesia — Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bogor dan sekitarnya selama sepekan terakhir tidak hanya memicu banjir di sejumlah pemukiman warga, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas akibat kondisi jalan yang rusak dan berlubang, terutama saat lubang tertutup genangan air.

Salah satu ruas jalan yang kondisinya kian memprihatinkan adalah Jalan Bogor Timur, yang merupakan akses utama penghubung menuju wilayah Bekasi, Cianjur, dan Jakarta. Di sejumlah titik, jalan tersebut mengalami kerusakan parah dan dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya pada musim penghujan seperti saat ini.

Keluhan keras datang dari masyarakat yang setiap hari menggantungkan aktivitas dan mata pencahariannya pada jalur tersebut. Ketua LSM Penjara Bogor, Romi Sikumbang, menegaskan bahwa kondisi jalan rusak kerap menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas, bahkan hingga merenggut korban jiwa.

“Kondisi jalan yang rusak sering menyebabkan kecelakaan, bahkan mengakibatkan jatuh korban jiwa. Terlebih di musim hujan ini,” ujar Romi, Rabu (28/1/2026).

Menurut Romi, meski perbaikan jalan secara menyeluruh di musim penghujan cukup sulit dilakukan, pemerintah tetap memiliki kewajiban minimal untuk memberikan tanda peringatan atau rambu di titik-titik jalan yang rusak guna mencegah kecelakaan.

“Pemerintah daerah maupun pemerintah pusat bisa dikenakan sanksi jika membiarkan jalan rusak hingga menimbulkan korban akibat kecelakaan,” tegasnya.

Hal tersebut, lanjut Romi, telah diatur secara jelas dalam Pasal 24 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Pada ayat (1) disebutkan bahwa penyelenggara jalan wajib segera dan patut memperbaiki jalan rusak yang dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas.

Sementara ayat (2) menegaskan, apabila perbaikan belum dapat dilakukan, penyelenggara jalan wajib memberikan tanda atau rambu peringatan untuk mencegah terjadinya kecelakaan.

Masyarakat berharap pemerintah tidak menunggu jatuhnya korban berikutnya dan segera mengambil langkah konkret demi keselamatan pengguna jalan.(F)

UpdateCerita TV