Hari Guru Nasional Sekolah Widya Kusuma Digembok, Siswa Tak Bisa Belajar
BOGOR, Update Cerita Indonesia - Dua Ratus Delapan Puluh Tujuh (287) siswa Sekolah SMP, SMA, dan SMK Widya Kusuma di jalan Thata Hijau Raya Boulevard Perumahan Cileungsi Hijau Desa Cileungsi Kidul Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor provinsi Jawa Barat, tidak dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara normal.
Hal ini merupakan imbas dari konflik sengketa lahan yang tak kunjung ada penyelesaian antara Yayasan Pendidikan Widya Kusuma yang disegel PT Mentari Bersahabat Indonesia. Hingga saat ini, ketiga sekolah tersebut masih digembok oleh pihak PT Mentari Bersahabat Indonesia.
"Ini imbas dari sengketa perusahaan dengan perusahaan yang informasi ada masalah perdata PT Thata dengan PT Mentari, Sementara kami Yayasan Pendidikan kena imbas dari permasalahan tersebut", ujar Jonny selaku Kepala sekolah Senin (25/11/2024)
Penutupan sekolah membuat ratusan siswa-siswi yang berasal dari tiga sekolah tersebut tidak dapat pergi ke tempat mereka belajar. Anak-anak harus melakukan kegiatan belajar mengajar secara daring atau online dari rumah.
"Saya selaku kepala sekolah silahkan selesai persoalan tersebut, dan harapan kami anak-anak bisa tetap sekolah sembari menunggu solusi dari kedua belah pihak", harapnya
Jony mengatakan pihaknya tetep berharap dengan sangat siswa-siswi disini bisa tetap sekolah terlebih sebentar mau menjelang ujian yang dikhawatirkan terganggu.
"Sebentar lagi ujian kami khawatir jadi terganggu, karena imbas ini", katanya
Sementara itu Baginda Sitorus selaku pihak PT Mentari Bersahabat Indonesia mengatakan bahwa penggembokan pintu masuk sekolah karena pihak PT Thata Prakarsa Nusa dan juga pihak Yayasan Pendidikan Widya Kusuma tidak pernah bisa memberikan solusi soal opsi yang kami tawarkan.
"Hari ini kami lagi gembok pagar pintu masuk sekolah agar ada perhatian dari pihak yayasan untuk segera menyelesaikan persoalan ini agar siswa-siswi bisa sekolah kembali", jelas Baginda Sitorus selaku pihak PT Mentari Bersahabat Indonesia
Menurutnya pihak PT Thata Prakarsa Nusa tidak mau menerima solusi apa yang telah ditawarkan sehingga tidak ada titik temu.
"Pihak PT Thata Prakarsa Nusa diajak mediasi tak pernah bisa memberikan solusi, dan hal ini sudah 6 tahun kami berikan kesempatan untuk ambil opsi", bebernya.
Baginda mengatakan bahwa pihaknya memberitahu pihak Dinas Pendidikan dan pemerintah desa dan kecamatan untuk ikut menyelesaikan permasalahan ini
"Kita sudah kasih opsi tapi gak mau. Makanya, harus dilakukan aksi ini agar ada perhatian dari semua pihak," ungkapnya.
Sementara ketua LSM Penjara Romi Sikumbang mengatakan sangat prihatin dengan kondisi ini dan hal ini terlebih situasi ini bertepatan dengan hari Guru Nasional.
"Sangat prihatin melihat kondisi ini karena masih ada sekolah yang bermasalah akibat ulah oknum pemilik yayasan nakal sehingga berimbas pada terganggu proses belajar mengajar, dan kondisi ini bertepatan dengan hari Guru Nasional", bebernya
Romi berharap Pemerintah Hadir dan turun langsung kelokasi untuk membantu memberikan solusi atas permasalahan ini.
"Harapan kami pemerintah khususnya Dinas pendidikan cepat menindaklanjuti masalah ini agar tidak berlarut-larut", harapnya.(Red)