Gudang Gas Oplosan Milik Rangkuti di Cileungsi Digerebek Mabes Polri, Perkembangan Kasus Masih Gelap
BOGOR, Update Cerita Indonesia — Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Mabes Polri menggerebek sebuah gudang penampungan gas hasil oplosan di Gang Merpati, kawasan Kirab Garuda, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, pada Selasa malam (20/1/2026).
Gudang yang digerebek tersebut diduga milik salah satu penampung gas terbesar di wilayah Kirab Cileungsi yang dikenal dengan nama Rangkuti. Selain sebagai penampung, yang bersangkutan juga diduga berperan sebagai pemasok sekaligus pelaku pengoplosan gas subsidi 3 kilogram ke tabung non-subsidi.
Dalam penggerebekan tersebut, aparat kepolisian menyita sejumlah barang bukti berupa empat unit mobil pick-up, satu unit mobil box, satu unit truk colt diesel, serta ribuan tabung gas subsidi 3 kilogram dan tabung gas 12 kilogram yang diduga merupakan hasil praktik pengoplosan.
Pengungkapan gudang gas oplosan ini sempat menjadi perhatian publik karena praktik pengoplosan gas subsidi dinilai merugikan negara dan membahayakan keselamatan masyarakat. Namun hingga saat ini, perkembangan penanganan perkara belum disampaikan secara terbuka kepada publik, termasuk terkait penetapan tersangka maupun proses hukum lanjutan.
Saat dikonfirmasi mengenai tindak lanjut kasus tersebut, Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Moh. Irhamni, tidak memberikan jawaban. Pesan konfirmasi yang dikirimkan kepada yang bersangkutan hanya dibaca pada Sabtu (24/1/2026) tanpa disertai klarifikasi.
Belum adanya penjelasan resmi dari pihak kepolisian memunculkan berbagai dugaan dan kekhawatiran di tengah masyarakat. Publik mempertanyakan sejauh mana keseriusan aparat penegak hukum dalam menuntaskan kasus pengoplosan gas subsidi tersebut hingga ke akar jaringan, mengingat praktik ilegal ini telah lama meresahkan warga.
Masyarakat berharap Mabes Polri bersikap transparan dan profesional dalam menyampaikan perkembangan penanganan perkara, sekaligus memastikan proses hukum berjalan tegas tanpa pandang bulu demi menjaga kepercayaan publik dan keselamatan masyarakat.(F)