GMPRI Apresiasi Wagub Jabar Tekankan Pengendalian Inflasi Berbasis Data Jelang Ramadan

BANDUNG, Update Cerita Indonesia – Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menegaskan pentingnya langkah antisipatif dan berbasis data dalam menghadapi potensi lonjakan permintaan pangan pada momentum hari besar keagamaan, termasuk menjelang Ramadan.

Erwan mendorong Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat untuk mengoptimalkan pemantauan harga pangan secara real time, memperkuat pelaksanaan operasi pasar, serta meningkatkan kerja sama antarwilayah guna menjaga keseimbangan pasokan dan stabilitas harga.

“Lonjakan permintaan pangan pada hari besar keagamaan harus diantisipasi dengan langkah yang terukur dan berbasis data. TPID daerah perlu memastikan pemantauan harga berjalan optimal serta memperkuat koordinasi antarwilayah,” ujar Erwan.

Ia juga mengingatkan potensi gangguan cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi distribusi dan pasokan pangan. Menurutnya, koordinasi lintas instansi perlu diperkuat sebagai langkah mitigasi.

“Koordinasi dengan BMKG dan BPBD harus ditingkatkan agar distribusi pangan tetap lancar. Termasuk pemanfaatan cadangan pangan pemerintah apabila terjadi gejolak pasokan,” tambahnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Jawa Barat mencatat deflasi bulanan sebesar 0,09 persen pada Januari 2026, sementara inflasi tahunan berada di angka 3,24 persen. Kondisi tersebut dinilai masih relatif terkendali, namun tetap membutuhkan langkah pengendalian yang konsisten dan berkelanjutan dari seluruh TPID daerah.

Sementara itu, Yogi Ariananda, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia (DPD GMPRI) Jawa Barat, menyampaikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

“GMPRI Jawa Barat memberikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Barat atas sikap proaktif dalam pengendalian ekonomi daerah menjelang Ramadan dan perayaan Cap Go Meh 2026,” ujar Yogi.

Ia menambahkan, perekonomian Jawa Barat hingga triwulan III tahun 2025 tumbuh sebesar 5,20 persen, dengan inflasi tahunan 2,63 persen, termasuk yang terendah di Pulau Jawa. Menurutnya, tantangan ke depan adalah penguatan sisi suplai pangan seiring meningkatnya permintaan masyarakat.

“Capaian ini merupakan prestasi yang patut diapresiasi. Ke depan, penguatan pasokan pangan menjadi kunci agar stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga,” pungkasnya.(Man)

UpdateCerita TV