Gegara Canda Janda, Raffi Ahmad Ditegur MUI dan Akhirnya Minta Maaf!
JAKARTA, Update Cerita Indonesia – Raffi Ahmad, menyampaikan permohonan maaf usai menerima teguran dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Teguran tersebut diberikan lantaran candaan Raffi dalam sebuah program televisi dinilai tidak pantas dan berpotensi melecehkan status janda.
Insiden ini terjadi dalam acara “Kuis Gaspol” yang tayang di SCTV pada 9 Maret 2025. Dalam program tersebut, Raffi Ahmad melontarkan candaan “Janda semakin di depan,” yang kemudian menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk MUI. Selain itu, Raffi juga dikritik atas aksi fisiknya terhadap rekan sesama artis, Anwar, dalam acara “Berkahnya Ramadhan” di Trans TV pada 3 Maret 2025. MUI menilai bahwa tindakan tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai kesopanan, terlebih di bulan Ramadan.
Menanggapi teguran ini, Raffi Ahmad segera melakukan klarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Ia mengaku tidak memiliki niat buruk dalam candaan tersebut dan berkomitmen untuk lebih berhati-hati dalam berkomunikasi di layar kaca.
“Saya sangat menghormati MUI dan masyarakat yang merasa kurang nyaman dengan candaan saya. Saya mohon maaf dan akan lebih berhati-hati dalam membawa acara ke depannya,” ujar Raffi dalam pernyataannya.
Sementara itu, Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi, KH Masduki Baidlowi, mengapresiasi langkah Raffi yang bersikap terbuka terhadap kritik. MUI menegaskan pentingnya etika dalam penyiaran, terutama selama bulan Ramadan, dan mengimbau para pekerja seni untuk lebih selektif dalam memilih kata dan tindakan di depan publik.
Terkait kejadian ini, Raffi Ahmad menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan MUI dalam berbagai program edukasi yang bertujuan meningkatkan kesadaran publik akan etika dalam dunia hiburan. Ia juga berharap teguran ini menjadi pembelajaran bagi dirinya serta para pelaku industri hiburan lainnya agar lebih bijak dalam berkomunikasi di media massa.
Kasus ini menjadi pengingat bagi publik figur akan tanggung jawab moral mereka dalam menyajikan tayangan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga tetap menghormati norma dan nilai yang berlaku di masyarakat.(Syah)