Dugaan Kekerasan Teknisi Saat Kerja, PT Pesona Daya Encho Disorot: Lalai Lindungi Pekerja?

BOGOR, Update Cerita Indonesia — Dugaan penganiayaan terhadap seorang teknisi pemasangan jaringan internet di wilayah Cibinong, Kabupaten Bogor, memunculkan sorotan terhadap potensi pelanggaran kewajiban perusahaan dalam menjamin keselamatan tenaga kerja.

Korban berinisial MS (21), diketahui merupakan karyawan PT Pesona Daya Encho, perusahaan pihak ketiga yang bergerak di bidang pemasangan panel WiFi milik Bnetfit. PT Pesona Daya Encho beralamat di Jalan Pabuaran RT 001/RW 010, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Laporan dugaan kekerasan tersebut telah diterima oleh Polsek Cibinong pada 15 Maret 2026.

Peristiwa bermula saat korban bersama sejumlah rekan kerja melakukan pemasangan WiFi di kawasan Perumahan Pondok Rajeg. Dalam kegiatan tersebut, korban mengaku mengalami pemukulan oleh salah satu rekan kerja.

Insiden diduga berlanjut di luar lokasi kerja. Dalam perjalanan pulang, korban disebut kembali mengalami kekerasan setelah diturunkan dari kendaraan, yang mengakibatkan korban terjatuh dan mengalami luka.

Rangkaian kejadian ini memunculkan pertanyaan terkait jaminan keamanan pekerja selama menjalankan tugas.

Kasus ini memunculkan sejumlah indikasi yang perlu ditelusuri lebih lanjut, antara lain:

Kewajiban perusahaan dalam menjamin keselamatan dan kesehatan kerja (K3)

Tanggung jawab menciptakan lingkungan kerja yang aman dan bebas dari kekerasan

Pentingnya pengawasan terhadap pekerja lapangan

Jika tidak terdapat sistem pencegahan maupun penanganan yang memadai, kondisi tersebut berpotensi mengarah pada kelalaian dalam pemenuhan kewajiban ketenagakerjaan oleh perusahaan.

Pernyataan Keluarga Korban

Sunaryo, paman korban, pada Sabtu (25/4/2026) menyampaikan keprihatinan dan kecamannya terhadap kejadian tersebut. Ia menilai, insiden ini seharusnya dapat dicegah apabila terdapat pengawasan dan perlindungan yang memadai dari pihak perusahaan.

Indikasi Tanggung Jawab Pemberi Kerja

Fakta bahwa dugaan kekerasan terjadi:

Dalam konteks pekerjaan

Melibatkan sesama pekerja

Terjadi tanpa pencegahan yang jelas

menjadi dasar munculnya pertanyaan terkait tanggung jawab pemberi kerja dalam melindungi pekerja.

Dalam perspektif ketenagakerjaan, perusahaan memiliki kewajiban untuk:

Menjamin keselamatan pekerja selama bekerja

Mengantisipasi potensi konflik kerja

Memberikan perlindungan yang memadai

Dampak yang Dialami Korban

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami:

Luka pada bagian hidung

Memar pada pipi kiri

Nyeri pada bagian dada

Respons Pihak Terkait

Hingga rilis ini diterbitkan, atasan korban, Ade Nurahman, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi.

Sementara itu, pihak Bnetfit melalui perwakilan legal, Gatot, menyampaikan akan memanggil pihak PT Pesona Daya Encho untuk meminta klarifikasi.

“Kami akan panggil pihak perusahaan guna meminta keterangan. Jika terbukti melanggar perjanjian kontrak, tidak menutup kemungkinan akan ada sanksi hingga pemutusan kontrak,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Ia juga menyebut pihaknya belum mengetahui kejadian tersebut sebelumnya karena tidak adanya laporan dari pihak perusahaan.

“Kejadian ini kami belum ketahui meskipun sudah lama terjadi dan tidak ada laporan dari pihak perusahaan,” katanya.

Gatot menyampaikan keprihatinan dan berharap kejadian serupa tidak terulang.

Proses Hukum dan Potensi Lanjutan

Kasus ini dilaporkan dengan dugaan pelanggaran Pasal 466 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait penganiayaan.

Sejumlah pihak menilai, kasus ini berpotensi berkembang ke arah:

Evaluasi sistem kerja perusahaan

Penelusuran tanggung jawab vendor

Potensi konsekuensi di bidang ketenagakerjaan

Belum Ada Klarifikasi Resmi

Hingga saat ini:

Pihak terlapor belum memberikan keterangan resmi

Pihak PT Pesona Daya Encho belum menyampaikan klarifikasi

Media ini membuka ruang hak jawab bagi seluruh pihak guna menjaga keberimbangan informasi.

Catatan Redaksi

Pemberitaan ini disusun berdasarkan dokumen laporan dan keterangan pihak terkait.

Seluruh pihak tetap dijunjung asas praduga tak bersalah hingga adanya putusan hukum tetap.

UpdateCerita TV