Dino Patti Djalal Ingatkan Prabowo, Terlalu Sering ke Luar Negeri Bisa Memicu Kritik Publik

JAKARTA, Update Cerita Indonesia – Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, , menyampaikan pandangannya terkait intensitas kunjungan luar negeri yang dilakukan Presiden RI, . Menurutnya, pemerintah perlu memperhatikan persepsi publik yang berkembang mengenai frekuensi perjalanan luar negeri serta penggunaan anggaran negara.

Dalam pernyataannya, Dino menilai bahwa sejak menjabat sebagai Presiden, Prabowo cukup sering melakukan lawatan ke berbagai negara. Kondisi tersebut, menurutnya, telah memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat, termasuk terkait efektivitas dan efisiensi pelaksanaan kunjungan kenegaraan di tengah tantangan ekonomi dan geopolitik global yang terus berkembang.

Dino menyebut sebagian masyarakat berharap pemerintah dapat menunjukkan sensitivitas terhadap kritik publik serta memastikan setiap perjalanan luar negeri memberikan manfaat yang terukur bagi kepentingan nasional.

Sebagai bentuk masukan konstruktif, Dino menyampaikan lima usulan yang dinilainya dapat meningkatkan efektivitas diplomasi Indonesia sekaligus menjawab berbagai persepsi yang berkembang di masyarakat.

Pertama, memaksimalkan komunikasi dengan para pemimpin dunia melalui sarana teknologi seperti video conference atau sambungan telepon untuk agenda-agenda yang tidak memerlukan pertemuan tatap muka secara langsung.

Kedua, mengoptimalkan momentum forum internasional dengan memperbanyak agenda pertemuan bilateral dalam satu perjalanan sehingga hasil diplomasi dapat lebih maksimal dengan biaya yang lebih efisien.

Ketiga, meningkatkan transparansi kepada publik terkait tujuan, agenda, serta capaian konkret dari setiap kunjungan luar negeri agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh mengenai manfaat yang dihasilkan.

Keempat, memperbanyak penerimaan kunjungan kepala negara dan delegasi asing di Indonesia sebagai bagian dari diplomasi timbal balik yang juga dapat memberikan dampak ekonomi dan citra positif bagi Indonesia.

Kelima, memberikan porsi lebih besar kepada Menteri Luar Negeri dan jajaran diplomasi Indonesia untuk menangani berbagai misi diplomatik yang bersifat teknis, sehingga Presiden dapat lebih fokus pada agenda strategis nasional.

Dino menegaskan bahwa pandangan yang disampaikannya bukanlah bentuk penolakan terhadap diplomasi internasional, melainkan masukan agar pelaksanaan diplomasi dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan tetap mempertimbangkan persepsi masyarakat.

Di sisi lain, sejumlah pengamat menilai kunjungan luar negeri Presiden merupakan bagian penting dari upaya memperkuat posisi Indonesia di panggung global, menarik investasi, memperluas kerja sama ekonomi, serta memperjuangkan kepentingan nasional dalam berbagai forum internasional.

Karena itu, transparansi hasil kunjungan dan komunikasi publik yang lebih intens dinilai menjadi faktor penting agar masyarakat dapat memahami manfaat konkret dari setiap agenda diplomasi yang dilakukan pemerintah.

Pandangan Dino Patti Djalal tersebut menambah dinamika diskusi publik mengenai keseimbangan antara kebutuhan diplomasi internasional dan tuntutan efisiensi anggaran negara, terutama di tengah berbagai tantangan ekonomi dan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini.(Syah)

UpdateCerita TV