Diduga Oknum TNI Grebek Gas Oplosan di Cileungsi Warga Diborgol dan Dipukuli dalam Mobil Berujung Tembakan

BOGOR, Update Cerita Indonesia – Insiden kericuhan disertai dugaan penembakan terjadi di Kampung Kirab, Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Senin malam (12/5/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan aksi penggerebekan praktik pengoplosan gas subsidi yang disebut melibatkan sejumlah pria berpakaian preman dan mengaku sebagai aparat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, sekelompok pria menggunakan beberapa kendaraan minibus mendatangi kawasan Kampung Kirab. Warga mengaku curiga karena para pria tersebut tidak menggunakan atribut resmi aparat penegak hukum.

Situasi kemudian memanas setelah salah seorang warga bernama Frans mengaku dipaksa masuk ke dalam mobil, mengalami penganiayaan, hingga ditodong senjata api oleh kelompok tersebut.

Menurut pengakuan Frans kepada wartawan, awalnya ia sedang duduk di warung kopi ketika didatangi empat orang menggunakan mobil minibus warna putih.

“Awalnya mereka ngaku dari media massa nasional. Saya tanya mau ngapain ke sini, tapi tidak dijawab,” ujarnya.

Tak lama kemudian, beberapa kendaraan lain disebut datang ke lokasi. Salah satu pria yang sebelumnya mengaku wartawan disebut menunjuk dirinya kepada rombongan lain.

“Mereka langsung nunjukin pistol dan bilang saya harus kooperatif. Saya dipaksa ngaku dan disuruh tunjukin gudang gas oplosan, padahal saya tidak tahu apa-apa,” katanya.

Frans mengaku kemudian dibawa secara paksa ke area perkampungan untuk menunjukkan lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan gas. Ia juga mengaku sempat diborgol, dipukul, dan dimasukkan ke dalam mobil.

“Saya dipukulin di dalam mobil lalu dibawa ke kontrakan kosong yang ada gas oplosannya. Mereka maksa saya ngaku itu punya saya sambil nodong pistol,” ungkapnya.

Dalam kondisi ketakutan, Frans mengaku berteriak meminta tolong hingga terdengar warga sekitar. Keributan pun pecah setelah warga berdatangan ke lokasi.

“Saya akhirnya bisa kabur dari mobil. Setelah itu saya dengar sekitar lima kali suara tembakan,” ujarnya.

Hingga kini belum diketahui secara pasti siapa pihak yang melepaskan tembakan maupun jumlah korban akibat insiden tersebut. Namun warga menyebut terdapat warga lain yang diduga terkena tembakan saat kericuhan berlangsung.

Sejumlah warga juga mengaku mendengar adanya pihak yang menyebut diri berasal dari TNI. Dugaan keterlibatan oknum aparat pun mulai menjadi sorotan masyarakat.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait peristiwa tersebut pada Jumat (15/5/2026), Mayor Endang Lili selaku Danramil Cileungsi menyarankan agar konfirmasi dilakukan langsung kepada Intel Korem.

“Ke Intel Korem aja pak, karena sudah ditangani pihak Korem,” jawabnya singkat.

Namun ketika dikonfirmasi lebih lanjut, pihak Intel Korem justru mengaku tidak mengetahui peristiwa tersebut.

“Saya gak tahu bang,” katanya singkat.

Perbedaan jawaban tersebut memunculkan tanda tanya publik terkait kejelasan penanganan kasus yang diduga melibatkan unsur aparat bersenjata tersebut.

Kasus ini memunculkan pertanyaan serius terkait prosedur penindakan di lapangan, terlebih apabila benar terdapat tindakan intimidasi, kekerasan, hingga penggunaan senjata api terhadap warga sipil tanpa prosedur yang jelas dan terbuka.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak kepolisian maupun institusi TNI terkait dugaan keterlibatan oknum aparat dalam insiden tersebut. Warga berharap aparat penegak hukum segera mengusut tuntas peristiwa itu secara transparan guna menghindari spekulasi dan keresahan di tengah masyarakat.(F)

UpdateCerita TV