Diduga Diborong Oknum, Stok GPM Camat Klapanunggal dan Kasie Ekbang Bungkam
BOGOR, Update Cerita Indonesia — Pelaksanaan Program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Senin pagi (9/3/2026), menjadi sorotan masyarakat setelah sejumlah warga mengaku tidak mendapatkan bahan pangan yang dijual dalam kegiatan tersebut.
Program yang bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau itu sejak pagi dipadati warga. Namun, sebagian masyarakat yang datang mengaku tidak kebagian bahan pangan karena stok disebut telah habis sebelum kegiatan resmi dimulai.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya mengatakan bahwa sejak pagi lokasi kegiatan sudah ramai didatangi masyarakat.
“Sejak pagi kegiatan pasar murah itu memang ramai didatangi warga. Namun banyak masyarakat yang pulang dengan tangan kosong karena stok bahan pokok sudah tidak tersedia,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, muncul dugaan bahwa sebagian bahan pangan dalam program tersebut telah dibeli dalam jumlah cukup banyak sebelum warga sempat melakukan pembelian.
Sumber yang mengetahui situasi di lapangan juga menyoroti adanya dugaan pembelian bahan pangan dalam jumlah besar oleh sejumlah oknum yang disebut memiliki akses lebih dahulu, bahkan disebut dilakukan di luar antrean warga.
Jika dugaan tersebut benar, kondisi itu dinilai dapat bertentangan dengan tujuan utama program Gerakan Pangan Murah, yang sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan agar dapat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Situasi ini memicu kekecewaan sejumlah warga yang datang dengan harapan mendapatkan bahan pangan murah, namun akhirnya harus pulang tanpa membawa kebutuhan pokok.
Hingga berita ini diturunkan, Camat Klapanunggal, Galuh Sri Wahyuni, S.STP., M.M., serta Nurhaman, Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Kasie Ekbang) yang juga selaku ketua panitia kegiatan, belum memberikan keterangan resmi saat dikonfirmasi pada Rabu (11/3/2026) terkait dugaan tersebut.
Media ini masih berupaya meminta klarifikasi dari pihak Kecamatan Klapanunggal guna memperoleh penjelasan lebih lanjut terkait pelaksanaan program tersebut.
Masyarakat berharap kegiatan serupa di masa mendatang dapat dilaksanakan secara lebih tertib, transparan, serta tepat sasaran sehingga benar-benar memberi manfaat bagi warga yang membutuhkan.(F)