Bukan Sekadar Human Error: Insiden Mie Gacoan Cileungsi Ungkap Lemahnya Pengawasan Pelayanan

BOGOR, Update Cerita Indonesia — Dugaan buruknya kualitas pelayanan kembali mencoreng citra gerai kuliner nasional Mie Gacoan. Kali ini, sorotan mengarah ke gerai Mie Gacoan di Jalan Raya Cileungsi–Jonggol No. 9–30, Desa Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, menyusul keluhan konsumen yang merasa dirugikan akibat kelalaian kasir dalam memproses pesanan.

Seorang konsumen bernama Ike mengungkapkan, insiden tersebut terjadi saat dirinya bersama sejumlah rekan makan di gerai tersebut pada Minggu dini hari sekitar pukul 04.00 WIB (1/2/2026). Ia menilai kesalahan yang terjadi bukan sekadar kekeliruan teknis, melainkan cerminan lemahnya pengawasan dan standar pelayanan di lapangan.

Menurut penuturannya, Ike memesan empat porsi Mie Gacoan dan langsung melakukan pembayaran di kasir. Namun, saat pesanan diterima, hanya dua porsi yang disajikan kepada mereka.

“Sudah bayar empat porsi, tapi yang datang hanya dua. Setelah kami telusuri dan konfirmasi ke kasir, baru diakui bahwa dua pesanan lainnya tidak diinput ke sistem,” ungkap Ike.

Ironisnya, kesalahan tersebut baru diketahui setelah konsumen menunggu dan mempertanyakan pesanan mereka. Akibatnya, Ike harus melakukan pemesanan ulang dan kembali menunggu, sehingga waktu terbuang dan kenyamanan konsumen terganggu.

“Kami bukan hanya rugi waktu, tapi juga kehilangan selera makan. Ini kejadian dini hari, antrean masih relatif sepi. Kalau kejadian seperti ini terjadi di jam ramai, dampaknya bisa jauh lebih parah,” ujarnya.

Lebih jauh, Ike menyebut insiden ini berdampak langsung pada aktivitas pribadinya. Jadwal keberangkatan kerja terpaksa tertunda akibat lamanya proses pelayanan yang seharusnya dapat dihindari jika prosedur dijalankan dengan benar.

“Kesalahan seperti ini kelihatannya sepele, tapi dampaknya nyata bagi konsumen. Waktu terbuang, jadwal kerja terganggu. Saya menduga kejadian semacam ini bukan pertama kali terjadi, hanya saja banyak konsumen memilih diam,” katanya.

Ia menilai, sebagai jaringan usaha kuliner besar dengan sistem pemesanan terkomputerisasi, kesalahan fatal seperti salah input pesanan tidak seharusnya terjadi. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas pelatihan pegawai, sistem pengawasan, serta tanggung jawab manajemen dalam menjamin pelayanan yang layak bagi konsumen.

“Kami datang, memesan, dan membayar penuh. Sudah seharusnya mendapatkan pelayanan yang akurat dan profesional,” tegas Ike.

Saat dikonfirmasi, Irwan selaku Asisten Manajer Mie Gacoan Cileungsi Kidul membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengakui kesalahan sepenuhnya berasal dari kelalaian pegawai kasir.

“Iya, kami mengakui kejadian tersebut dan memohon maaf kepada konsumen. Ini murni kesalahan dari pegawai kami,” ujarnya.

Meski demikian, pihak manajemen berjanji akan melakukan evaluasi internal sebagai tindak lanjut atas insiden tersebut. Evaluasi ini, kata Irwan, dilakukan untuk mencegah terulangnya kesalahan serupa yang berpotensi merugikan konsumen dan merusak kepercayaan publik.

“Kami akan melakukan evaluasi agar ke depan pelayanan bisa lebih profesional dan kejadian seperti ini tidak terulang,” pungkasnya.(F)

UpdateCerita TV