Bermodus Razia Rokok Ilegal, Empat Pria Mengaku dari Mabes Polri Peras Warga di Tanjungsari Oknum Polisi Diduga Terlibat

BOGOR, Update Cerita Indonesia — Aksi pemerasan dengan modus razia rokok ilegal terjadi di wilayah Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor Jawa Barat Empat orang pelaku yang mengaku sebagai anggota Mabes Polri dan awak media melakukan razia di sejumlah toko kelontong dan agen rokok di Jalan Raya Transyogi, Cariu–Cianjur. 

Dalam rekaman CCTV yang kini viral di media sosial, Peristiwa terjadi Seminggu yang lalu tampak para pelaku datang menggunakan kendaraan minibus. Salah seorang pelaku terlihat menunjukkan surat tugas palsu yang dilipat dari saku jaketnya, sambil meminta pemilik toko menunjukkan seluruh stok rokok yang dijual.

Ketika tidak menemukan barang bukti, para pelaku justru membawa korban bernama Rohadi, pemilik toko di Kampung Serena Tonggoh, Desa Sirnarasa, ke dalam mobil mereka. Di perjalanan, korban diinterogasi dan dipaksa mengaku menjual rokok ilegal. Karena menolak, pelaku kemudian merampas ponsel korban, memaksa membuka aplikasi mobile banking, dan mentransfer sejumlah uang ke rekening milik pelaku.

Tidak berhenti di situ, para pelaku juga kembali ke toko korban dan mengambil seluruh uang tunai yang ada di laci kasir. Akibatnya, korban mengalami kerugian hingga belasan juta rupiah.

“Saya dibawa keliling sampai ke wilayah Cianjur, diancam dan dipaksa transfer uang. Mereka juga ambil uang di toko,” ujar Rohadi, korban pemerasan.Senin (3/11/2025)

Kapolsek Tanjungsari, IPTU Agung Taupan Agustian, membenarkan adanya laporan tersebut.

“Benar, kami telah menerima laporan dan melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi serta mengamankan barang bukti berupa rekaman CCTV yang beredar. Kami juga mendampingi korban untuk membuat laporan ke Polres Bogor dan Propam,” tegasnya.

Dari hasil penyelidikan awal, terdapat dugaan keterlibatan oknum anggota kepolisian aktif yang bertugas di Polsek Tanjungsari. Salah seorang pelaku yang terekam CCTV mengenakan seragam polisi dan dikenali warga setempat sebagai anggota berinisial “I”.

“Kami tidak akan mentolerir jika ada anggota yang terlibat. Saat ini kasus sedang kami dalami dan proses hukum akan berjalan secara profesional,” tambah Kapolsek.

Sementara itu, pihak kepolisian Polsek Tanjungsari terus melakukan pengejaran terhadap keempat pelaku yang telah mengaku dari Mabes Polri dan media tersebut.

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar waspada terhadap oknum yang mengatasnamakan aparat penegak hukum dan selalu memverifikasi setiap kegiatan razia dengan pihak kepolisian setempat.(F)

UpdateCerita TV