3 Juta Warga Sangat Miskin Belum Terima Bansos, Pemerintah Akui Data Bermasalah
JAKARTA, Update Cerita Indonesia – Pemerintah mengakui masih terjadi persoalan serius dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) nasional. Ketidaktepatan data penerima disebut menjadi penyebab jutaan masyarakat miskin belum memperoleh hak bantuan dari negara.
Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (PTDP), Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan sekitar 3 juta masyarakat sangat miskin belum menerima bansos akibat kesalahan pendataan atau exclusion error. Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap kelompok masyarakat yang seharusnya menjadi prioritas utama penerima bantuan.
Di sisi lain, pemerintah juga menemukan adanya inclusion error, yakni sekitar 2,7 juta warga golongan rentan miskin justru masuk dalam daftar penerima bantuan sosial meski dinilai tidak layak menerima. Temuan itu memunculkan sorotan terhadap validitas dan sinkronisasi data antarinstansi pemerintah.
Menurut pemerintah, persoalan akurasi data bansos menjadi fokus pembenahan nasional melalui integrasi data lintas kementerian dan lembaga. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penyaluran bantuan lebih tepat sasaran serta meminimalisasi potensi penyimpangan.
Pemerintah saat ini tengah menyiapkan sistem pertukaran data terintegrasi yang melibatkan sejumlah instansi, mulai dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Badan Pusat Statistik (BPS), hingga BPJS Ketenagakerjaan. Integrasi tersebut diharapkan mampu memperkuat validasi data penerima bansos secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Pengamat kebijakan publik menilai persoalan data bansos bukan sekadar persoalan administratif, melainkan menyangkut keadilan sosial bagi masyarakat miskin yang bergantung pada bantuan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup.
Pemerintah pun didorong untuk memastikan proses digitalisasi tidak hanya mempercepat layanan, tetapi juga memperkuat pengawasan dan transparansi agar tidak terjadi penyalahgunaan maupun ketimpangan distribusi bantuan di lapangan.(Man)