23 Lembaga Siap Turun ke Jalan Tuntut Revisi Perbup 44/2023 DPRD Malas Tapi Bergaji

BOGOR, Update Cerita Indonesia – Polemik seputar Peraturan Bupati (Perbup) No. 44 Tahun 2023 tentang kenaikan anggaran tunjangan DPRD Kabupaten Bogor memasuki babak baru. Rencana aksi unjuk rasa besar-besaran akan digelar pada Kamis, 2 Oktober 2025, dengan titik konsentrasi massa di Kantor Bupati Bogor dan Gedung DPRD Kabupaten Bogor.

Aksi ini digalang oleh gabungan puluhan lembaga dan organisasi masyarakat di bawah koordinasi NGO Kabupaten Bogor Bersatu. Isu utama yang diangkat meliputi:

Tuntutan revisi Perbup No. 44 Tahun 2023

Penolakan terhadap rangkap jabatan anggota DPRD

Kritik terhadap anggota DPRD yang absen namun tetap menerima gaji dan tunjangan

Ketua NGO Kabupaten Bogor Bersatu, Rizwan Riswanto, menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar demonstrasi, tetapi merupakan panggilan moral untuk menyelamatkan tata kelola pemerintahan daerah yang dinilai tidak transparan dan tidak efisien.

“Kami bersama puluhan lembaga dan organisasi masyarakat serta pers di Bogor Raya sepakat turun ke jalan. Aspirasi ini bukan untuk kepentingan kelompok, tetapi demi kebaikan tata kelola pemerintahan Kabupaten Bogor,” ujar Rizwan, Selasa (23/9/2025).

Didukung 23 Lembaga, Pers, dan Aktivis

Sedikitnya 23 organisasi dan lembaga telah menyatakan komitmennya untuk terlibat dalam aksi ini, di antaranya:

BPI KPN Kabupaten Bogor

IPJI Kabupaten Bogor

GRPKK Kabupaten Bogor

AIPBR

Permapan

MCBR

AJNI

Gempita

LSM Pasundan Raya

Pemuda Muslim Indonesia Bersatu

GMPB

Aliansi Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Bogor Raya

PWRI Kabupaten Bogor

LSM Wawasan Citra Nusantara

FPII Korwil Bogor

PJID Kabupaten Bogor

AJWI

PPMBT

IWO Indonesia

Forwara

PWO IN

Pospera Kabupaten Bogor

GARDA P3MB

Aksi direncanakan akan melibatkan sekitar 200 peserta dengan alat peraga berupa mobil komando, spanduk, poster, dan bendera organisasi.

“Kami tidak ingin aksi ini dipandang sebagai bentuk kegaduhan. Ini adalah panggilan moral agar Pemkab dan DPRD Bogor segera memperbaiki tata kelola pemerintahan sesuai aspirasi masyarakat,” pungkas Rizwan.

Aspirasi Damai, Peringatan Serius

Rizwan menegaskan bahwa aksi akan dilakukan secara damai dan tertib, namun menjadi peringatan serius bagi para pemangku kebijakan di Kabupaten Bogor. Ia menyerukan agar Bupati dan DPRD membuka ruang dialog, transparan terhadap kebijakan anggaran, dan mendengar suara rakyat, bukan justru menutup diri dengan dalih formalitas aturan.

“Jika suara rakyat terus diabaikan, maka kepercayaan publik terhadap lembaga pemerintahan akan makin tergerus. Kami hanya menuntut keadilan dan akuntabilitas,” tutupnya.(F)

UpdateCerita TV