Yakin Ijazah Jokowi Palsu, Roy Suryo Tuduh UGM Ubah Data
JAKARTA, Update Cerita Indonesia – Pakar telematika sekaligus mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, kembali melontarkan tudingan serius terkait keaslian ijazah Joko Widodo, Presiden RI periode 2014–2024. Dalam pernyataannya di program iNews, Roy menduga Universitas Gadjah Mada (UGM) sengaja mengubah data dekan Fakultas Kehutanan demi mencocokkan dengan nama yang tercantum dalam ijazah milik Jokowi.
Roy mengungkapkan bahwa sebelumnya situs resmi UGM mencantumkan Prof. Dr. Ir. Ahmad Soemitro sebagai dekan Fakultas Kehutanan pada era 1970-an hingga 1988. Namun, belakangan data tersebut berubah menjadi Prof. Dr. Soenardi Prawirohatmodjo — nama yang sesuai dengan yang tercetak dalam ijazah Jokowi.
"Perubahan ini mencurigakan, apalagi dilakukan setelah Prof. Ahmad Soemitro wafat pada 2009. Saya menduga ada upaya sistematis untuk menyesuaikan data," ujar Roy dalam tayangan tersebut.
Tak hanya itu, Roy juga menuding ada perubahan atau manipulasi pada data digital skripsi Jokowi di repository UGM, yang disebutnya terjadi pada 2025 oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Ia meminta pihak UGM memberikan penjelasan terbuka untuk menghindari spekulasi liar di masyarakat.
Menanggapi pernyataan tersebut, kuasa hukum Jokowi, Yakup Hasibuan, menilai tuduhan Roy sebagai fitnah yang berpotensi menyesatkan publik dan merugikan banyak pihak. "Ini bukan sekadar wacana akademik. Tuduhan ini bisa berdampak hukum," tegas Yakup.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak UGM belum memberikan tanggapan resmi terkait perubahan data yang dimaksud.(Syah)