Wisata Triloka Girijaya, Harmoni Alam, Religi, dan Budaya di Sukabumi
SUKABUMI, Update Cerita Indonesia — Desa Girijaya, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dikenal sebagai desa pelosok yang memiliki kekayaan budaya, alam, dan potensi wisata yang besar.
Kepala Desa Girijaya, Dindin Saripudin, menjelaskan bahwa desa dengan jumlah penduduk 8.192 jiwa ini masih menjaga tradisi Sunda melalui keberadaan lembaga adat, rumah adat, serta seni budaya seperti degung, jaipong, dan kesenian tradisional lainnya.
Secara geografis, Desa Girijaya berada pada ketinggian sekitar 700 mdpl dengan suhu rata-rata 27°C. Luas wilayahnya mencapai 356,935 hektare, terdiri atas area pemukiman, persawahan, perkebunan, dan hutan yang berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Desa ini terbagi ke dalam empat kedusunan, yakni Dusun Cidadap, Tenjolaya, Jabon, dan Girijaya.
Salah satu daya tarik utama desa ini adalah Wisata Triloka Girijaya, yang terletak di Kampung Girijaya RT 10/04. Destinasi ini menawarkan tiga jenis wisata sekaligus, yaitu wisata religi, budaya, dan alam.
“Tri berarti tiga, sedangkan loka artinya tempat. Jadi Triloka adalah tiga dunia wisata yang berbeda: religi, budaya, dan alam,” jelas Dindin.
Ia menambahkan, wisata Triloka terus berkembang berkat swadaya dan gotong royong masyarakat. Desa juga berharap adanya kerja sama dengan TNGHS agar status wisata budaya dan alam ini dapat diperkuat dengan Surat Keputusan resmi.
Selain potensi wisata, sebagian besar masyarakat Girijaya menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan buruh tani. Namun, mereka masih menghadapi kendala seperti terbatasnya pupuk subsidi, kurangnya pembinaan dalam program LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan), serta infrastruktur irigasi yang belum memadai.
“Kami berharap Pemkab Sukabumi dapat memperhatikan pembangunan irigasi, baik jaringan baru maupun perbaikan lama, serta memastikan ketersediaan pupuk subsidi bagi petani,” ujar Dindin.
Dengan potensi alam, budaya, dan pertanian yang dimiliki, Desa Girijaya siap berkembang menjadi desa wisata unggulan sekaligus pusat ketahanan pangan, asalkan mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pihak terkait. (Yogi Ramlan)