Truk Pengangkut Limbah Milik PT STLI Menuju PPLI Tumpah di Jalan Raya Cileungsi, Siapa Bertanggung Jawab?
BOGOR, Update Cerita Indonesia – Truk milk PT Semesta Transportasi Limbah Indonesia PT STLI bernomor polisi H 9812 OW yang mengangkut muatan lumpur yang disebut sebagai limbah non-B3 mengalami tumpahan di Jalan Raya Cileungsi–Setu, tepatnya di RT 01/RW 0, Desa Pasir Angin, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Peristiwa tersebut terjadi ketika truk yang dikemudikan seorang sopir bernama Nelson melakukan pengereman mendadak karena disebut berupaya menghindari kendaraan pribadi yang menyalip. Akibat kejadian itu, sebagian muatan lumpur dilaporkan tumpah dan mengenai badan jalan.
Tumpahan material tersebut berdampak terhadap kelancaran arus lalu lintas di lokasi. Kondisi badan jalan yang terkena lumpur juga membutuhkan penanganan karena berpotensi menyebabkan permukaan jalan menjadi licin serta menimbulkan bau.
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Cileungsi kemudian diterjunkan untuk melakukan pembersihan. Salah seorang petugas mengatakan bahwa pembersihan dilakukan dengan penyemprotan menggunakan air yang dicampur deterjen.
“Dilakukan penyemprotan menggunakan air deterjen guna menghindari bau dan licin,” ujar petugas Damkar.
Sementara itu, seorang pengurus transportasi PT STLI yang identitasnya tidak mau disebutkan membenarkan bahwa muatan tersebut berasal dari wilayah Purwakarta dan rencananya dibawa menuju PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) di Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor.
“Dari Purwakarta mau dibawa ke PT PPLI Bogor,” katanya.
Informasi tersebut memunculkan perhatian terhadap aspek keselamatan dalam proses pengangkutan material, terutama ketika terjadi tumpahan di jalan umum. Selain penyebab kecelakaan, prosedur pengamanan muatan dan penanganan material yang tumpah menjadi hal yang perlu dipastikan.
Namun demikian, keterangan bahwa muatan tersebut merupakan limbah non-B3 masih berdasarkan informasi dari pihak pengangkut dan belum diverifikasi secara independen oleh redaksi. Demikian pula penyebab tumpahan yang disebut akibat pengereman mendadak untuk menghindari kendaraan lain masih merupakan keterangan awal.
Redaksi belum memperoleh keterangan resmi dari pihak perusahaan terkait mengenai jenis dan karakteristik material yang diangkut, dokumen pengangkutan, maupun prosedur keselamatan yang diterapkan pada kendaraan tersebut.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi PT STLI, pengemudi truk, pihak PPLI, maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan penjelasan mengenai peristiwa tersebut.(Red)