TMMD ke-128 di Cigudeg Capai 59 Persen, Jaro Ade Apresiasi Sinergi TNI dan Masyarakat

BOGOR, Update Cerita Indonesia – Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade, menghadiri kegiatan Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 di Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jumat (8/5/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Ketua Tim Wasev TMMD ke-128, Edi Yusnandar, serta dihadiri jajaran Kodam III/Siliwangi, Korem 061/Suryakancana, Kodim 0621 Kabupaten Bogor, Forkopimda, kepala desa, dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam kesempatan itu, Jaro Ade menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara TNI, Pemerintah Kabupaten Bogor, dan masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pelosok Kabupaten Bogor melalui program TMMD.

Menurutnya, sinergitas lintas sektor menjadi kunci penting dalam mempercepat pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses infrastruktur.

Sementara itu, Brigjen TNI Edi Yusnandar menegaskan pentingnya percepatan penyelesaian pembangunan fisik dalam pelaksanaan TMMD ke-128 di Kabupaten Bogor, terutama pekerjaan jalan dan fasilitas MCK yang menjadi perhatian masyarakat.

Ia mengapresiasi progres pembangunan yang hingga saat ini telah mencapai lebih dari 59 persen.

“Pemilihan sasaran pembangunan di wilayah Cigudeg sudah tepat karena menyentuh langsung kebutuhan masyarakat pedesaan,” ujar Brigjen TNI Edi Yusnandar.

Ia juga meminta seluruh personel melakukan reorganisasi kekuatan pada sisa waktu pelaksanaan agar seluruh target pembangunan dapat selesai tepat waktu.

Selain itu, Brigjen Edi menekankan pentingnya menjaga integritas, tata administrasi, dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program TMMD.

“Agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat dan dapat dipertanggungjawabkan dengan baik,” ungkapnya.

Program TMMD ke-128 di Kecamatan Cigudeg telah berjalan selama 21 hari sejak dibuka pada 22 Maret 2026. Hingga kini, pembangunan fisik utama berupa pengaspalan jalan penghubung Desa Banyuasih dan Desa Tegallega menunjukkan progres signifikan.

Keberadaan jalan tersebut dinilai sangat strategis karena membuka akses antarwilayah yang sebelumnya sulit dilalui, terutama saat musim hujan.

Selain pembangunan jalan, program TMMD juga melaksanakan berbagai kegiatan fisik lainnya, seperti pembangunan lima unit rumah tidak layak huni (rutilahu), pembangunan saluran air bersih, renovasi MCK, renovasi mushola, penghijauan, serta program ketahanan pangan.

Di sektor nonfisik, TMMD ke-128 turut menghadirkan berbagai penyuluhan kepada masyarakat, mulai dari bidang kesehatan, mitigasi bencana, pencegahan narkoba, hingga wawasan kebangsaan sebagai upaya memperkuat ketahanan sosial masyarakat desa.(JS)

UpdateCerita TV