Swakelola Dipertanyakan! Revitalisasi SDN 03 Cileungsi Rp943,9 Juta Diduga Dikerjakan Pihak Luar
BOGOR, Update Cerita Indonesia – Pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan pada SD Negeri 03 Cileungsi, Kampung Pasar Lama RT 01/01, Desa Cileungsi, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, menjadi sorotan. Pasalnya, bantuan pemerintah melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan Pelaksana P2SP APBN 2026 disebut memiliki nilai anggaran sebesar Rp943.913.949, sementara di lapangan muncul dugaan pekerjaan diserahkan kepada pihak ketiga.
Dugaan tersebut perlu mendapat klarifikasi karena informasi resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyebut program revitalisasi satuan pendidikan dilaksanakan melalui skema swakelola, dengan dana disalurkan langsung ke rekening sekolah dan dikelola secara transparan melalui Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).
Kemendikdasmen juga menjelaskan bahwa mekanisme swakelola dimaksudkan antara lain untuk melibatkan masyarakat sekitar dalam proses pembangunan. Dalam pelaksanaan program tahun 2026, kementerian kembali menyebut kepala sekolah sebagai penanggung jawab kegiatan, sementara P2SP mengelola proses pembangunan di lapangan.
Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, pekerjaan revitalisasi SDN 03 Cileungsi diduga dikerjakan atau disubkan kepada seseorang yang disebut bernama Riyan. Informasi tersebut masih memerlukan konfirmasi dan pembuktian melalui dokumen P2SP, struktur pelaksana, bukti pengadaan, serta dokumen pertanggungjawaban kegiatan.
Selain persoalan dugaan pihak ketiga, sejumlah hal teknis pembangunan juga menjadi perhatian. Di antaranya penggunaan material baja, spesifikasi dan garansi baja, serta pekerjaan plafon yang disebut menggunakan jenis material berbeda, yakni gypsum dan material yang oleh sumber lapangan disebut sebagai “Sunda plafon”.
Pertanyaan lainnya menyangkut tenaga kerja. Informasi yang diterima menyebut sebagian pekerja yang mengerjakan proyek tersebut bukan warga sekitar sekolah. Padahal, Kemendikdasmen dalam penjelasan mengenai program revitalisasi menyebut mekanisme swakelola dapat melibatkan warga sekitar dan memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat lokal.
Ketua LSM Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (KCBI) Bogor, Agus Sandi, menilai pelaksanaan proyek dengan anggaran hampir Rp1 miliar tersebut harus terbuka sejak tahap perencanaan hingga pertanggungjawaban.
Menurut Agus, apabila benar terdapat pihak ketiga yang mengambil alih pekerjaan yang seharusnya dilaksanakan melalui mekanisme swakelola, maka hal tersebut perlu diperiksa berdasarkan Juknis dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) program.
“Harus jelas siapa yang melaksanakan pekerjaan, siapa yang bertanggung jawab terhadap penggunaan anggaran, bagaimana pengadaan material dilakukan, dan apakah tenaga kerja serta pemasok material melibatkan masyarakat sekitar sesuai mekanisme program,” ujar Agus.
Ia juga meminta agar pihak sekolah membuka informasi terkait RAB, volume pekerjaan, spesifikasi material, harga satuan, pembelian material, pembayaran tenaga kerja, progres pekerjaan, serta laporan pertanggungjawaban penggunaan dana agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Sorotan semakin menguat karena secara kasatmata pekerjaan yang disebut tengah berlangsung perlu dibandingkan dengan nilai bantuan sebesar Rp943.913.949. Publik berhak memperoleh penjelasan mengenai komponen pekerjaan apa saja yang dibiayai, berapa volume yang direvitalisasi, serta bagaimana kesesuaian antara anggaran dengan hasil fisik di lapangan.
Namun demikian, belum dapat disimpulkan telah terjadi pelanggaran atau penyimpangan anggaran hanya berdasarkan informasi lapangan tersebut. Dugaan perlu diverifikasi melalui dokumen resmi dan klarifikasi pihak sekolah, P2SP, konsultan, serta instansi yang berwenang.
Saat Update Cerita Indonesia melakukan konfirmasi langsung ke lokasi pada Rabu (30/9/2026), Kepala SDN 03 Cileungsi Eka, Riyan yang disebut sebagai pelaksana, serta Taufik Aidil selaku konsultan tidak berada di lokasi proyek.
Konfirmasi kemudian dilakukan melalui pesan WhatsApp kepada pihak-pihak terkait. Hingga berita ini disusun, pesan konfirmasi tersebut belum mendapatkan respons.
Redaksi Update Cerita Indonesia membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Kepala SDN 03 Cileungsi, P2SP, Riyan selaku pihak yang disebut dalam informasi lapangan, Taufik Aidil selaku konsultan, maupun Dinas Pendidikan dan instansi terkait.
Pertanyaan publik kini mengarah pada transparansi: dengan nilai bantuan Rp943,9 juta, bagaimana sebenarnya mekanisme swakelola SDN 03 Cileungsi dijalankan, siapa yang mengerjakan pekerjaan fisik, bagaimana pengadaan baja dan material plafon dilakukan, serta apakah seluruh pelaksanaan telah sesuai Juknis dan PKS Program Revitalisasi Satuan Pendidikan APBN 2026?(Red)