Sidak Sawah Kering 7 Bulan, Menteri PU Naik Pitam: “Dirjen SDA Berarti Kamu Tidur Selama Ini!”
BEKASI, Update Cerita Indonesia – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menunjukkan kemarahan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke area persawahan Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (26/9/2026).
Kemarahan Dody dipicu kondisi sekitar 1.000 hektare lahan persawahan yang disebut petani telah mengalami kekeringan selama kurang lebih tujuh bulan. Di lokasi, saluran irigasi tersier dilaporkan tidak mengalir, meski terdapat aliran sungai besar dengan debit air yang disebut masih tersedia sekitar dua kilometer dari area persawahan.
Saat melihat kondisi tersebut, Dody langsung menghubungi Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) Kementerian PU Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw melalui telepon seluler. Dalam percakapan yang terdengar oleh petani dan awak media, Dody meminta pejabat terkait segera datang ke lokasi dan memerintahkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) terdekat untuk segera melakukan pengecekan.
“Bego lu! Jalan kamu sekarang! PPK kamu di mana yang paling dekat? Suruh ke sini sekarang!” ujar Dody melalui sambungan telepon.
Dody juga mempertanyakan laporan yang diterimanya dari jajaran birokrasi Kementerian PU karena menurut pengamatannya kondisi di lapangan tidak sesuai dengan informasi yang sebelumnya diterima.
“Katanya petani di sini sudah tujuh bulan enggak dapat air. Berarti kamu tidur selama ini!” kata Dody.
Ia kemudian meminta pejabat terkait tidak menunda penanganan persoalan tersebut dan menegaskan bahwa pemeriksaan lapangan harus dilakukan segera.
Dalam sidak tersebut, Dody datang tanpa pengawalan protokoler maupun pejabat Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Kunjungan itu dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi sistem irigasi dan dampaknya terhadap lahan pertanian.
Berdasarkan kondisi yang terlihat di lokasi, saluran irigasi tersier dalam keadaan tidak mengalir. Saluran tersebut juga disebut menghadapi persoalan sedimentasi dan kurangnya perawatan sehingga distribusi air menuju area persawahan tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kekeringan yang berlangsung berbulan-bulan berpotensi memengaruhi produktivitas pertanian dan pendapatan petani.
Pernyataan Menteri serta temuan lapangan tersebut selanjutnya perlu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan teknis oleh instansi terkait untuk memastikan penyebab terhentinya aliran irigasi, kondisi jaringan, kewenangan pengelolaan, serta langkah perbaikan yang diperlukan.
Hingga laporan ini disusun, belum terdapat keterangan lebih lanjut dari Dirjen SDA maupun pejabat BBWS terkait mengenai kondisi saluran irigasi di Desa Karangharja dan tindak lanjut atas instruksi Menteri PU tersebut.(Red)