Sekjen PBB Kecam Rencana Israel Kuasai Penuh Gaza: “Eskalasi Berbahaya”

NEW YORK, Update Cerita Indonesia —

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres, mengecam keras rencana Israel untuk mengambil alih kendali penuh atas Jalur Gaza. Ia menyebut langkah tersebut sebagai “eskalasi berbahaya” yang berpotensi memperburuk krisis kemanusiaan di wilayah yang telah hancur akibat perang berkepanjangan.

Pernyataan Guterres sejalan dengan seruan Kepala Hak Asasi Manusia PBB, Volker Türk, yang menuntut penghentian segera operasi militer tersebut. Menurut Türk, rencana Israel bertentangan dengan putusan Mahkamah Internasional (ICJ), melanggar hukum internasional, dan mengancam hak penentuan nasib sendiri rakyat Palestina.

"Pengambilalihan total Gaza tidak hanya ilegal, tapi juga akan memupus peluang solusi dua negara dan perdamaian jangka panjang," ujar Türk, dikutip Reuters (8/8/2025).

Dewan Keamanan PBB akan menggelar pertemuan darurat untuk membahas perkembangan ini, menyusul meningkatnya tekanan internasional terhadap Israel. Sejumlah negara, termasuk Jerman, Inggris, Perancis, China, Turki, dan Indonesia, telah mengeluarkan kecaman resmi. Jerman bahkan menangguhkan seluruh ekspor peralatan militer yang berpotensi digunakan di Gaza sebagai bentuk protes.

Rencana Israel ini memicu kekhawatiran akan terjadinya pengusiran massal jutaan warga Palestina dari tanah mereka. Organisasi kemanusiaan memperingatkan, jika langkah tersebut dilanjutkan, Gaza dapat menghadapi bencana kemanusiaan terbesar dalam beberapa dekade terakhir.(Man)

UpdateCerita TV