SDN 02 Gunung Putri Merger ke SDN 01, Yon Kolin Pastikan Mutu dan Prestasi Siswa Tetap Dijaga
BOGOR, Update Cerita Indonesia – Penggabungan atau merger SDN 02 Gunung Putri ke SDN 01 Gunung Putri, Kabupaten Bogor, resmi dilakukan sejak Mei 2025 berdasarkan keputusan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.
Kedua sekolah tersebut sebelumnya berada di lokasi yang bersebelahan dan hanya dipisahkan oleh tembok. Setelah dilakukan penggabungan, Yon Kolin, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala SDN 01 Gunung Putri, ditetapkan sebagai kepala sekolah hasil merger tersebut.
Selama beberapa tahun memimpin SDN 01 Gunung Putri, Yon Kolin menyebut sekolah yang dipimpinnya telah memperoleh sejumlah prestasi siswa, antara lain di bidang olahraga, seni dan budaya. Ia juga menyampaikan bahwa capaian akademik peserta didik terus mengalami peningkatan.
“Mutu pendidikan serta capaian prestasi anak didik tetap terjaga. Semua tim tenaga pendidikan (tendik), kami berkomitmen untuk memberikan pengabdian terbaik dalam mencerdaskan anak bangsa karena itu tugas kami,” ujar Yon Kolin kepada awak media di ruang kerjanya, Rabu (2/9/2026).
Menurut Yon, penggabungan dua sekolah tersebut secara otomatis membawa konsekuensi terhadap bertambahnya jumlah peserta didik serta tanggung jawab pengelolaan sekolah.
Meski demikian, ia menilai tambahan tanggung jawab tersebut merupakan bagian dari tugas yang harus dijalankan. Pengalaman memimpin sejumlah sekolah selama kariernya sebagai pendidik, menurut Yon, menjadi modal dalam menjalankan amanah tersebut.
“Dengan digabungnya SDN 02 Gunung Putri ke SDN 01, jumlah murid dan tanggung jawab sekolah memang bertambah. Tetapi karena saya sudah cukup lama menjabat sebagai kepala sekolah di berbagai sekolah, tugas ini bagi saya merupakan bagian dari pengabdian,” ungkapnya.
Di sisi lain, Yon Kolin mengungkapkan bahwa dirinya dalam waktu mendatang akan memasuki masa pensiun. Ia menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan pemerintah serta dukungan berbagai pihak selama menjalankan tugas sebagai pendidik.
Ia berharap proses penggabungan sekolah tersebut tetap mampu mempertahankan kualitas pelayanan pendidikan dan memberikan manfaat bagi peserta didik.
Menutup keterangannya, Yon menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program pemerintah, khususnya berbagai upaya peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.
Dengan merger tersebut, tantangan berikutnya bukan hanya soal bertambahnya jumlah siswa, tetapi juga memastikan kualitas pembelajaran, pemerataan pelayanan, fasilitas pendidikan, serta prestasi siswa tetap terjaga.(JS)