Sangat Memalukan! Aktivis Soroti GPM Klapanunggal, Minta Evaluasi Penyelenggaraan
BOGOR, Update Cerita Indonesia — Pelaksanaan Program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Senin (9/3/2026), menjadi sorotan sejumlah warga setelah sebagian masyarakat mengaku tidak mendapatkan bahan pangan yang dijual dalam kegiatan tersebut.
Program yang bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau itu sejak pagi telah dipadati warga yang ingin membeli berbagai komoditas pangan. Namun, beberapa warga yang datang mengaku tidak kebagian karena stok bahan pangan disebut telah habis sebelum kegiatan resmi dimulai.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, muncul dugaan bahwa sebagian bahan pangan dalam program tersebut telah dibeli dalam jumlah cukup besar sebelum masyarakat umum sempat melakukan pembelian.
Sumber yang mengetahui situasi di lokasi kegiatan juga menyoroti adanya dugaan pembelian dalam jumlah besar oleh sejumlah pihak yang disebut memiliki akses lebih awal, bahkan disebut dilakukan di luar antrean warga.
Apabila dugaan tersebut benar, kondisi itu dinilai dapat bertentangan dengan tujuan utama Program Gerakan Pangan Murah yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat luas agar dapat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri 2026.
Sorotan terhadap peristiwa tersebut juga disampaikan oleh aktivis pemerhati sosial, Johner Simanjuntak. Ia menilai kelangkaan bahan pangan dalam kegiatan GPM di Kecamatan Klapanunggal menjadi hal yang patut dievaluasi.
Menurutnya, program pasar murah yang digelar pemerintah seharusnya dapat menjangkau masyarakat secara merata dan tidak menimbulkan kesan adanya pihak-pihak tertentu yang mendapatkan keuntungan lebih dahulu.
“Kejadian kelangkaan bahan pangan saat kegiatan GPM berlangsung tentu sangat disayangkan. Program ini pada dasarnya bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau menjelang Hari Raya Idulfitri,” ujar Johner.
Ia juga berharap adanya keterbukaan dari pihak penyelenggara terkait mekanisme distribusi bahan pangan dalam kegiatan tersebut agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.
“Harapannya pihak terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka agar persoalan ini menjadi jelas dan tidak menimbulkan berbagai persepsi di masyarakat,” tambahnya.