Reses DPRD Kabupaten Bogor di Gunung Putri Serap Aspirasi Warga, Infrastruktur hingga Pasar Mangkrak Jadi Sorotan
BOGOR, Update Cerita Indonesia – Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Daerah Pemilihan (Dapil) II Bogor Timur melaksanakan kegiatan reses Masa Sidang III Tahun 2025–2026 di Kecamatan Gunung Putri, Selasa (14/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para wakil rakyat untuk menyerap aspirasi masyarakat sebagai bahan penyusunan program pembangunan daerah.
Sebanyak 10 anggota DPRD Kabupaten Bogor hadir dalam kegiatan tersebut, yakni Ahmad Ansori, Beben Suhendar (Gerindra), Muad Khalim (PDI Perjuangan), Amin Sugandi (Golkar), Rudi Sabana (NasDem), Sulaeman dan Ahmad Fathoni (PKS), Candra Kusuma (Demokrat), Nunur Nurhasdian (PKB), serta Junaidi D. Samsudin (PPP) yang bertindak sebagai pimpinan tim.
Acara dimulai pukul 09.00 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian paparan dari Camat Gunung Putri, Kurnia Indra.
Dalam paparannya, Kurnia Indra menyampaikan bahwa secara umum kondisi infrastruktur di Kecamatan Gunung Putri mengalami peningkatan. Namun, masih terdapat sejumlah ruas jalan yang memerlukan perbaikan, serta beberapa titik di bantaran sungai yang membutuhkan pembangunan tembok penahan tebing (TPT) untuk mengantisipasi potensi longsor.
"Kami berharap berbagai usulan yang telah disampaikan dapat diperjuangkan oleh anggota DPRD kepada Pemerintah Kabupaten Bogor agar dapat direalisasikan sesuai kebutuhan masyarakat," ujar Kurnia Indra.
Selain persoalan infrastruktur, sejumlah instansi juga menyampaikan berbagai kebutuhan. SMP Negeri 1 Gunung Putri, misalnya, mengusulkan perbaikan lapangan utama melalui pengecoran serta penggantian meubelair yang kondisinya telah banyak mengalami kerusakan.
Di sektor kesehatan, muncul usulan agar setiap desa memiliki fasilitas Puskesmas seiring meningkatnya jumlah penduduk di Kecamatan Gunung Putri.
Sementara itu, masyarakat juga meminta perhatian terhadap kondisi Pasar Griya Bukit Jaya, termasuk keberadaan pasar rakyat yang hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal meski sebelumnya telah dibangun dengan anggaran yang cukup besar.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, para anggota DPRD menyatakan akan melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar usulan masyarakat dapat ditindaklanjuti sesuai mekanisme perencanaan pembangunan.
Ketua Tim Reses DPRD Dapil II Bogor Timur, Junaidi D. Samsudin, mengatakan seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat telah dicatat dan akan menjadi bahan perjuangan di tingkat legislatif.
"Kami telah mencatat seluruh usulan yang disampaikan. Insya Allah aspirasi masyarakat ini akan kami perjuangkan melalui pembahasan bersama pemerintah daerah sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku," ujar Junaidi kepada wartawan usai kegiatan.
Kegiatan reses diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara masyarakat dengan para wakil rakyat, sekaligus menjadi sarana penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah Bogor Timur. (Johnner S.)