Produktivitas Terancam, Petani di Bogor Tuntut Normalisasi Irigasi Cikumpeuni

BOGOR, Update Cerita Indonesia — Sekitar 1.000 petani dari lima desa di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berencana menggelar aksi damai pada Kamis, 23 April 2026. Aksi ini merupakan bentuk penyampaian aspirasi terkait kondisi irigasi Cikumpeuni yang dinilai belum optimal serta penanganan tanggul penahan tanah (TPT) yang longsor di bagian hulu saluran.

Rencana kegiatan tersebut telah disampaikan melalui surat pemberitahuan resmi kepada pihak kepolisian setempat. Dalam surat itu disebutkan bahwa aksi akan dimulai pukul 08.30 WIB hingga selesai, dengan lokasi di halaman Kantor Kecamatan Tanjungsari.

Aksi ini melibatkan petani dari lima desa, yakni Sirnarasa, Sirnasari, Tanjungsari, Pasirtanjung, dan Tanjungrasa. Para peserta direncanakan menyampaikan aspirasi secara terbuka menggunakan pengeras suara dan media poster. Koordinasi aksi dilakukan oleh para ketua kelompok tani (Poktan) dari masing-masing desa.

Perwakilan petani, Sarip, menyampaikan bahwa aksi ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak akan perbaikan infrastruktur irigasi yang berpengaruh langsung terhadap hasil pertanian.

“Kami berharap adanya perbaikan irigasi Cikumpeuni. Selama ini aliran air ke lahan sawah masih minim, sehingga berdampak pada produktivitas pertanian,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Menurut para petani, kerusakan saluran irigasi serta longsornya TPT di bagian hulu berpotensi menghambat distribusi air ke area persawahan. Kondisi tersebut dinilai perlu segera ditangani mengingat peran irigasi yang sangat vital bagi keberlangsungan sektor pertanian.

Para peserta aksi menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penyampaian aspirasi dalam kerangka demokrasi. Mereka juga meminta pengawalan dari pihak kepolisian agar aksi dapat berlangsung tertib, aman, dan sesuai ketentuan hukum.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah kecamatan maupun instansi teknis terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai rencana tindak lanjut atas tuntutan normalisasi irigasi tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan guna memperoleh informasi yang berimbang.

Aksi ini menjadi perhatian sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam menyuarakan kebutuhan dasar sektor pertanian, khususnya terkait ketersediaan dan distribusi air yang berkelanjutan.(F)

UpdateCerita TV