PPATK Ungkap Ribuan Penerima Bansos Tak Tepat Sasaran, Termasuk Pegawai BUMN dan Dokter
JAKARTA, Update Cerita Indonesia — Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap temuan mengejutkan terkait distribusi bantuan sosial (bansos) pada paruh pertama 2025. Dari hasil analisis terhadap 10 juta rekening, teridentifikasi ribuan penerima yang tidak memenuhi kriteria, termasuk 27.932 pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), 7.479 dokter, serta lebih dari 6.000 eksekutif atau manajer perusahaan.
Bansos yang semestinya ditujukan untuk masyarakat kurang mampu juga diterima oleh 78.000 orang yang tercatat aktif bermain judi online (judol). Bahkan, 56 penerima bansos diketahui memiliki saldo rekening di atas Rp50 juta.
Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, menyatakan temuan ini telah diserahkan kepada Kementerian Sosial (Kemensos) untuk diverifikasi. “Kita temukan anomali rekening, termasuk aktivitas judi online, saldo besar, dan penerima yang tidak sesuai kriteria. Data ini sudah kita serahkan untuk diverifikasi,” ujarnya.
Menanggapi laporan tersebut, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memastikan pihaknya akan bertindak tegas. Kemensos akan memblokir rekening yang terbukti tidak berhak menerima bansos dan mempercepat validasi melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) bersama Badan Pusat Statistik (BPS).
“Kita pastikan bantuan harus tepat sasaran. Jika terbukti tidak layak, akan langsung kita coret dari daftar penerima,” tegas Gus Ipul.
Temuan PPATK ini memicu sorotan publik terhadap efektivitas sistem pendataan dan penyaluran bansos, serta mendorong desakan agar pemerintah memperketat mekanisme verifikasi demi memastikan bantuan tepat sasaran.(Syah)