Potret Buram Anak Terlantar di Tengah Gegap Gempita HUT Kemerdekaan, Pemkab Bogor Didesak Bertindak

BOGOR, Update Cerita Indonesia – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia semestinya menjadi momentum untuk memastikan seluruh warga, termasuk anak-anak, memperoleh perlindungan dan kehidupan yang layak. Namun, potret memprihatinkan justru terlihat di sekitar Kantor Desa Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Seorang anak yang diduga terlantar terlihat berada di sekitar kantor desa pada Jumat (14/8/2026). Kondisinya disebut memprihatinkan. Seorang pengurus PKK Desa Gunung Putri kemudian memberikan makanan setelah melihat anak tersebut dalam keadaan lapar dan mengenakan pakaian lusuh.

Menurut pengurus PKK setempat, anak tersebut telah berada di sekitar kantor desa selama kurang lebih tiga hari. Bahkan, anak itu disebut sempat tidur di belakang kantor desa.

"Iya udh tiga hari tidur dibelakang kantor desa', ujarnya 

Saat ditanya mengenai asal-usul serta tempat tinggalnya, anak tersebut belum dapat memberikan keterangan secara jelas. Ia hanya menunjuk ke sejumlah arah sehingga identitas dan keberadaan keluarganya belum diketahui.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena menyangkut perlindungan anak dan persoalan sosial yang semestinya mendapat penanganan cepat dari pemerintah. Meski demikian, kondisi seorang anak tersebut tidak serta-merta dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa seluruh persoalan anak terlantar di Kabupaten Bogor disebabkan oleh kemiskinan.

Yang lebih penting, pemerintah daerah perlu memastikan anak tersebut segera mendapatkan perlindungan, pendataan, penelusuran keluarga, serta kebutuhan dasar yang layak sesuai ketentuan yang berlaku.

Dinas Sosial Kabupaten Bogor bersama pemerintah desa dan pihak terkait dinilai perlu segera melakukan asesmen terhadap kondisi anak tersebut. Apabila identitas maupun keluarganya belum ditemukan, langkah penanganan dan perlindungan sementara perlu dilakukan sesuai prosedur.

Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI Ke-81 seharusnya tidak hanya diwarnai seremoni dan perayaan. Masih adanya anak yang diduga terlantar di ruang publik menjadi pengingat bahwa kemerdekaan juga harus dimaknai melalui kehadiran negara dalam melindungi kelompok rentan.

Pemerintah Kabupaten Bogor pun dituntut tidak menunggu persoalan sosial menjadi viral atau mendapat sorotan publik. Penanganan terhadap anak yang membutuhkan perlindungan harus mengedepankan keselamatan, martabat, dan kepentingan terbaik bagi anak.(JS)

UpdateCerita TV