Polemik GPM Klapanunggal Memanas, Pernyataan Kasie Ekbang dan Sekcam Berbeda
BOGOR, Update Cerita Indonesia — Polemik pelaksanaan Program Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, terus bergulir setelah muncul perbedaan pernyataan dari pejabat internal kecamatan terkait dugaan pembelian bahan pangan dalam jumlah besar oleh oknum tertentu.
Sebelumnya, kegiatan GPM yang digelar pada Senin (9/3/2026) di halaman Kantor Kecamatan Klapanunggal menjadi sorotan publik setelah sejumlah warga mengaku tidak mendapatkan bahan pangan yang dijual dalam program tersebut. Muncul dugaan bahwa sebagian bahan pangan diborong oleh oknum sehingga masyarakat tidak kebagian.
Namun, Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Kasie Ekbang) Kecamatan Klapanunggal, Nurhaman, yang juga bertindak sebagai ketua panitia kegiatan, membantah adanya pegawai kecamatan yang memborong bahan pangan dalam kegiatan tersebut.
Saat dikonfirmasi kembali pada Rabu (11/3/2026), Nurhaman menyatakan hingga saat ini belum terdapat bukti yang menunjukkan adanya pegawai kecamatan yang membeli bahan pangan dalam jumlah besar maupun di luar antrean masyarakat.
“Mohon maaf saya belum bisa menjawab secara pasti, karena sampai hari ini belum ada bukti siapa pegawai kecamatan yang memborong atau membeli dalam jumlah banyak di luar antrean,” ujar Nurhaman.
Ia menjelaskan bahwa pihak kecamatan telah melakukan briefing terhadap seluruh pegawai setelah muncul pemberitaan terkait dugaan tersebut. Namun, hingga saat ini belum ditemukan bukti yang menguatkan informasi tersebut.
Menurutnya, berdasarkan pengamatan panitia hingga akhir kegiatan, antrean masyarakat masih berlangsung dan bahkan disebut masih terdapat sejumlah produk yang tersisa.
“Kami sebagai pelaksana kegiatan mengamati sampai akhir acara, antrean masyarakat masih berjalan dan masih ada produk yang tersisa. Artinya tidak benar jika disebut masyarakat tidak kebagian dan pulang dengan tangan kosong,” jelasnya.
Nurhaman juga mengakui sempat ada beberapa pegawai yang ingin menitip pembelian kepada panitia, namun permintaan tersebut ditolak karena panitia tidak melayani pembelian melalui sistem titip.
“Memang ada beberapa pegawai yang ingin menitip pembelian kepada kami, tetapi kami menolaknya. Kami tidak menerima penitipan pembelian,” tambahnya.
Ia bahkan menduga munculnya pemberitaan tersebut kemungkinan dipicu oleh kekecewaan pihak tertentu yang permintaannya tidak dipenuhi oleh panitia.
Sementara itu, di tempat terpisah, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Klapanunggal, Iwan Setiawan, memberikan keterangan berbeda. Ia mengakui pihak kecamatan telah melakukan evaluasi internal setelah muncul keluhan masyarakat terkait dugaan pembelian bahan pangan dalam jumlah tidak wajar dalam kegiatan GPM tersebut.
Pada Selasa (10/3/2026), Iwan menyampaikan bahwa pihaknya telah menggelar briefing kepada pegawai serta memberikan teguran kepada pihak yang diduga melakukan pembelian bahan pangan dalam jumlah berlebihan.
“Sudah kita briefing dan kita tegur. Kita juga meminta agar barang tersebut dikembalikan atau diganti dengan uang sesuai harga normal, karena itu merupakan barang yang telah disubsidi oleh pemerintah,” ujar Iwan Setiawan.
Perbedaan keterangan dari dua pejabat di lingkungan Kecamatan Klapanunggal tersebut menimbulkan perhatian publik. Hingga kini, pihak kecamatan masih melakukan klarifikasi internal guna memastikan fakta yang sebenarnya terkait pelaksanaan Program Gerakan Pangan Murah tersebut.(F)