Pernah Didemo, Gudang Penampungan Ayam di Dayeuh Kembali Dikeluhkan: Bau Menyengat hingga Saluran Air Dipenuhi Belatung
BOGOR, Update Cerita Indonesia – Keluhan warga terkait dugaan gangguan lingkungan dari gudang penampungan ayam di RT 04/03, Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, kembali mencuat. Warga mengeluhkan bau menyengat yang diduga berasal dari pengelolaan limbah aktivitas gudang, serta kondisi saluran air yang disebut terdapat banyak ulat dan belatung.
Keluhan tersebut menjadi perhatian warga karena lokasi gudang berada di tengah lingkungan permukiman. Warga menilai kondisi tersebut berpotensi mengganggu kenyamanan dan menimbulkan kekhawatiran terhadap kebersihan serta kesehatan lingkungan.
Menurut informasi yang dihimpun, gudang penampungan ayam tersebut sebelumnya pernah mendapat protes dari masyarakat. Saat itu, pihak pengelola disebut telah menyatakan kesediaannya melakukan sejumlah perbaikan dan memenuhi poin-poin yang disepakati bersama warga. Namun, warga menilai sebagian komitmen tersebut belum direalisasikan secara optimal sehingga keluhan kembali muncul.
“Ini gudang bau banget dan menyengat, sangat mengganggu pernapasan. Padahal dulu pernah didemo warga dan pihak gudang siap memperbaiki serta mengikuti keinginan warga. Namun sekarang kami menilai janji tersebut belum dijalankan,” ujar Ismael, warga sekitar, Minggu (16/8/2026).
Ismael mengatakan warga juga mengkhawatirkan pengelolaan limbah yang dinilai belum tertangani dengan baik. Selain persoalan bau, warga mempertanyakan penggunaan air sumur dalam di sekitar lokasi usaha yang dikhawatirkan dapat memengaruhi ketersediaan air bagi lingkungan sekitar.
“Kami khawatir mengganggu kesehatan dan limbahnya mencemari lingkungan, karena lokasinya berada di lingkungan warga,” keluhnya.
Keluhan warga tersebut dibenarkan Ketua RT 04, Saeful Hidayat. Menurutnya, persoalan tersebut bukan kali pertama disampaikan kepada pihak pengelola usaha.
“Iya, keluhan warga sudah sering kami sampaikan kepada pemilik usaha. Mereka berjanji akan memperbaiki, tetapi faktanya warga menilai belum ada perbaikan yang signifikan sehingga keluhan kembali muncul,” ucap Saeful.
Persoalan ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana komitmen pengelola dalam memenuhi kesepakatan dengan warga, termasuk memastikan pengelolaan limbah dan kebersihan lingkungan berjalan dengan baik.
Hingga berita ini diturunkan, pemilik usaha belum dapat dikonfirmasi. Saat wartawan mendatangi lokasi, yang bersangkutan tidak berada di tempat.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak pemilik atau pengelola gudang penampungan ayam untuk memberikan penjelasan terkait keluhan warga, langkah perbaikan yang telah dilakukan, serta kepatuhan terhadap ketentuan pengelolaan lingkungan yang berlaku.(F)