Penangkapan Ikan Sapu-Sapu di Sungai Cileungsi Jadi Langkah Pemulihan Ekosistem

BOGOR, Update Cerita Indonesia – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor bersama masyarakat menggelar kegiatan penangkapan ikan sapu-sapu di Sungai Cileungsi, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan ekosistem sungai sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan kualitas air sungai.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kemitraan DLH Kabupaten Bogor, Muji Lestari, mengatakan bahwa kondisi sungai yang terus membaik diharapkan dapat kembali menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar.

“Harapannya dengan kegiatan ini, kita bisa memberikan motivasi dan kesadaran bagi masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan sungai. Tidak lagi membuang sampah ke sungai, mengurangi pencemaran limbah domestik langsung ke sungai, serta bersama-sama menjaga sungai yang melintasi daerah kita supaya kualitasnya tetap terjaga dan menjadi ekosistem yang baik seperti semula,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi dan Cikeas (KP2C) menjelaskan bahwa kegiatan penangkapan ikan sapu-sapu dilakukan di titik P2C atau pertemuan Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas yang bermuara menjadi Kali Bekasi.

Menurutnya, kondisi Sungai Cileungsi saat ini menunjukkan perubahan signifikan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Jika dahulu warna air sungai dikenal hitam akibat pencemaran, kini kondisi air mulai terlihat lebih jernih dan sehat.

“Alhamdulillah, 1,5 tahun terakhir sungai mulai terlihat bersih, sudah tidak hitam lagi. Bahkan ikan tawes dan mujair mulai muncul kembali. Ini menandakan kualitas air sungai semakin baik,” ungkapnya.

Munculnya kembali sejumlah jenis ikan lokal dinilai menjadi indikator membaiknya kualitas lingkungan perairan di wilayah tersebut.

Selain fokus terhadap pencemaran sungai, KP2C juga menyoroti pentingnya penanganan banjir di kawasan Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas yang selama ini kerap berdampak pada wilayah hilir, termasuk kawasan Bekasi.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah bersama komunitas lingkungan berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga sungai terus meningkat demi terciptanya ekosistem yang sehat, bersih, dan berkelanjutan.(F)

UpdateCerita TV