Pemkab Bogor Fokus Bangun Infrastruktur dan Kawasan Ekonomi Baru Hingga 2027
BOGOR, Update Cerita Indonesia — Rudy Susmanto menerima silaturahmi dan audiensi bersama Presidium Bogor Barat dan Bogor Timur guna membahas progres pembangunan pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah barat dan timur Kabupaten Bogor.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus memperkuat pelayanan publik kepada masyarakat.
Dalam keterangannya, Rudy Susmanto menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bogor (DPRD) telah menyusun tahapan pembangunan secara bertahap mulai tahun 2025, pelaksanaan program tahun 2026, hingga proyeksi pengembangan pada 2027.
“Keberhasilan pembangunan bukan hanya soal pembiayaan dan program, tetapi bagaimana seluruh masyarakat bersama-sama membersamai program pemerintah. Program yang kami siapkan sepenuhnya merupakan aspirasi masyarakat Kabupaten Bogor,” ujar Rudy Susmanto.
Menurutnya, pada tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Bogor akan memprioritaskan percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah timur dan barat.
Untuk wilayah timur, proses land clearing pusat pertumbuhan ekonomi baru di Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukamakmur, disebut telah selesai dilakukan.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan menuntaskan pembangunan Jalan Transyogi menuju Sukaresmi yang anggarannya telah mendapat persetujuan DPRD Kabupaten Bogor.
Sementara di wilayah barat, fokus pembangunan diarahkan pada penguatan konektivitas wilayah serta dukungan terhadap program strategis nasional.
Beberapa program yang menjadi prioritas di antaranya pembangunan Sport Center Rancabungur, groundbreaking proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang, hingga penuntasan sejumlah ruas jalan di kawasan Malasari, Rumpin, dan Parung Panjang.
Rudy Susmanto menegaskan konsep pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Bogor bukanlah pemekaran wilayah, melainkan pembentukan pusat pertumbuhan ekonomi baru sebagai inovasi pelayanan publik di tengah moratorium pemekaran daerah yang masih diberlakukan pemerintah pusat.
Menurutnya, pembangunan kawasan pertumbuhan baru diharapkan mampu mendorong pemerataan ekonomi, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Bogor.(JS)