Pascagempa NTT, Pemerintah Bergerak Cepat: Rp18,9 Triliun TKD Jadi Penguat Penanganan Bencana
LABUAN BAJO, Update Cerita Indonesia – Pemerintah pusat mempercepat penanganan pascagempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum (PU), Kepala BNPB Suharyanto, Kepala Basarnas Mohammad Syafii, serta sejumlah pejabat terkait meninjau langsung kondisi NTT, Sabtu (15/8/2026) malam.
Peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penanganan bencana sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera dipenuhi.
Mendagri mengatakan, pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi, termasuk dalam memastikan kesiapan dukungan anggaran untuk menangani berbagai kebutuhan akibat bencana.
Menurut Tito, pemerintah telah memberikan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) kepada seluruh daerah, termasuk pemerintah provinsi serta kabupaten/kota di NTT.
“Anggaran tanggal 5 Agustus itu ada tambahan TKD seluruh 546 daerah, sebanyak Rp18,9 triliun. Saya tahu bahwa di NTT juga ada tambahan baik untuk provinsi maupun untuk kabupaten dan kota se-NTT,” ujar Tito kepada awak media setelah tiba di Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo.
Dukungan fiskal tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan pemerintah daerah dalam menangani dampak bencana. Untuk memastikan penggunaannya tepat sasaran, koordinasi dengan jajaran terkait di bidang keuangan daerah turut dilakukan.
Selain dukungan anggaran, pemerintah mengerahkan bantuan lintas kementerian dan lembaga, mulai dari kebutuhan logistik, layanan kesehatan, energi, hingga pemulihan infrastruktur yang terdampak gempa.
Salah satu prioritas utama adalah pemulihan akses transportasi yang terganggu akibat bencana. Sejumlah ruas jalan nasional dilaporkan terdampak material longsor, sementara beberapa jembatan mengalami kerusakan hingga terputus.
“Mulai tadi pagi sebenarnya kita sudah mulai melakukan pembersihan jalan nasional dari material longsor. Sementara untuk jembatan yang putus, penanganannya akan mulai dikerjakan besok pagi,” kata Tito.
Pemerintah menargetkan percepatan pemulihan akses tersebut dapat membantu kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus mempercepat distribusi bantuan ke wilayah terdampak.
Koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta kementerian dan lembaga terkait terus diperkuat agar penanganan pascagempa di NTT berlangsung cepat, terpadu, tepat sasaran, dan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat.(Red)