Menuju Generasi Emas 2045, KNPI Bogor Tekankan Revolusi Pertanian Berbasis Teknologi
BOGOR, Update Cerita Indonesia – Pemuda memiliki peran strategis sebagai ujung tombak keberlanjutan sektor pertanian di Indonesia. Pandangan tersebut disampaikan Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor, Farizan, dalam bincang pagi Pro 1 RRI Bogor, Rabu (3/12/2025). Ia menegaskan bahwa visi KNPI Kabupaten Bogor adalah menjadikan pemuda sebagai garda terdepan dalam mendorong pertanian modern dan berkelanjutan.
Farizan menjelaskan bahwa perkembangan teknologi pertanian membuka peluang besar bagi generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian yang semakin maju. Aktivitas bercocok tanam saat ini sangat berbeda dari metode tradisional.
“Sekarang mencangkul sawah tidak lagi menggunakan tenaga manual, tetapi sudah memakai traktor ringan. Penyiraman pupuk dan pestisida pun dapat dilakukan menggunakan drone,” jelasnya.
Menurut Farizan, banyaknya lahan tidur di Kabupaten Bogor menjadi alasan kuat mengapa pemuda harus mengambil peran aktif dalam mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional.
Lebih jauh, Farizan menegaskan bahwa menyiapkan Generasi Emas 2045 melalui ketahanan pangan adalah kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Indonesia memiliki kekayaan tanah subur dan wilayah laut yang luas sebagai identitas negara agraris dan maritim.
Dalam kesempatan tersebut, Farizan juga menyinggung program yang digagas Dr. Ali Hanafiah melalui konsep Laskar Asta Cita, yang mendorong pengembangan pemuda untuk fokus pada agenda besar ketahanan pangan.
“Salah satu tujuannya adalah mencetak generasi muda tani modern yang mampu mengawal program Asta Cita,” katanya.
Farizan turut mengapresiasi dukungan pemerintah bagi para petani dan petani muda di Kabupaten Bogor, seperti bantuan traktor tangan untuk Gapoktan Hurip Jaya di Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, serta bantuan bibit tanaman yang dikelola melalui koperasi desa.
“Dengan dukungan pemerintah dan semangat pemuda, pertanian di Kabupaten Bogor tidak hanya akan bertahan, tetapi berkembang menjadi sektor modern dan kompetitif,” tutupnya.(F)