Menata Potensi Alam, Nanggerang Bersiap Menjadi Desa Wisata Mandiri

SUKABUMI, Update Cerita Indonesia – Desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tengah bersiap mengembangkan potensi pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat.

Desa seluas 756,23 hektare dengan jumlah penduduk sekitar 7.200 jiwa itu memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Keberadaan kawasan konservasi tersebut dinilai menjadi peluang besar untuk pengembangan wisata berbasis alam dan edukasi.

Kepala Desa Nanggerang, Unang Suwandi, kepada media menyampaikan bahwa pihaknya telah memetakan sejumlah titik destinasi yang akan dikembangkan. Beberapa di antaranya adalah Pusat Pendidikan Konservasi Alam Bodogol, Bukit Bodogol, Bukit Lengkeng yang direncanakan sebagai area perkemahan (campground), serta kawasan Patiwel untuk pengembangan wisata air seperti tubing.

“Seluruh titik tersebut berada di wilayah Desa Nanggerang dan memiliki potensi untuk dikembangkan secara terintegrasi,” ujar Unang.

Sebagai langkah konkret, pemerintah desa telah menyiapkan tanah kas desa seluas dua hektare untuk pembangunan kawasan wisata terpadu. Proyek ini, menurut Unang, telah melalui studi kelayakan dengan melibatkan konsultan profesional serta didukung pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) melalui Dinas Pariwisata.

Salah satu konsep unggulan yang tengah disiapkan adalah pengembangan kawasan budidaya pisang barangan sebagai ikon agrowisata Desa Nanggerang. Pemerintah desa, lanjutnya, telah menjalin kerja sama dengan perusahaan agrowisata guna memastikan aspek edukasi dan nilai ekonomis berjalan beriringan.

“Kami ingin pengembangan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kunjungan wisata, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” katanya.

Selain sektor wisata alam dan agrowisata, Desa Nanggerang juga menargetkan tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif berbasis pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Produk kuliner khas desa direncanakan dipasarkan di area wisata sebagai bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi warga.

Pemerintah desa menilai tren meningkatnya minat wisata alam pascapandemi menjadi momentum yang tepat untuk memperkenalkan potensi Nanggerang kepada wisatawan yang mencari suasana alami dan pengalaman edukatif.

Meski demikian, pengembangan tersebut diharapkan tetap memperhatikan prinsip keberlanjutan dan konservasi lingkungan, mengingat kedekatan wilayah desa dengan kawasan taman nasional.

Unang optimistis, jika seluruh rencana berjalan sesuai tahapan, Desa Nanggerang dapat menjadi destinasi wisata berbasis masyarakat yang mampu mendorong kemandirian ekonomi desa sekaligus menjaga kelestarian alam.

“Kami ingin Nanggerang dikenal bukan sekadar nama desa, tetapi sebagai brand wisata yang membanggakan,” pungkasnya. (Yogi Ramlan)

UpdateCerita TV