KPK RI Gelar Roadshow di SMPN 3 Gunung Putri: Tekankan Pentingnya Pencegahan Korupsi Sejak Dini
BOGOR, Update Cerita Indonesia – Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) menggelar kegiatan Roadshow di SMP Negeri 3 Gunung Putri pada Jumat, 13 Juni 2025.
Kegiatan ini mengusung tema "Pencegahan Korupsi Sejak Dini" sebagai bagian dari program edukasi antikorupsi kepada generasi muda.
Dalam kesempatan tersebut, Amir Arif, perwakilan dari KPK RI, menyampaikan pentingnya menanamkan nilai-nilai antikorupsi sejak usia sekolah.
"Ini sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai antikorupsi sejak usia sekolah", ujarnya.
Ia menekankan bahwa pendidikan antikorupsi tidak hanya penting bagi peserta didik di lingkungan sekolah, tetapi juga perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di dalam lingkungan keluarga.
“Korupsi adalah musuh bersama. Untuk memberantasnya, kita harus memulainya dari hal-hal kecil di sekitar kita — kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama,” ujar Amir Arif dalam sambutannya di hadapan para siswa dan guru.
Kegiatan ini diisi dengan dialog interaktif, pemutaran video edukatif, serta pembagian materi pembelajaran antikorupsi yang disesuaikan dengan usia dan jenjang pendidikan siswa.
Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta didik dapat memahami dan menginternalisasi nilai-nilai integritas, serta menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
Sementara kepala sekolah SMPN 3 Gunung Putri Ahmad Rusdi merasa bangga dan bersyukur dalam Road Show KPK RI ke wilayah Kabupaten Bogor,
"Sekolah kami menjadi tuan rumah tujuan ke dua setelah Pemdes Ciangsana," ucap Rusdi.
Selain itu kata Rusdi direktur pencegahan dan kampanye KPK RI memberikan pemahaman kepada seluruh kepala sekolah baik SD maupun di SMP akan pentingnya pendidikan sebagai awal pencegahan pendidikan untuk pencegahan terjadinya tindak korupsi," tambah Rusdy.
Lanjutnya ia menjelaskan, dengan data yang ada bahwasanya, ketika dilakukan penindakan, itu belum cukup dan tidak dapat menyelesaikan permasalahan korupsi di indonesia.
"Yang paling penting dan yang paling baik adalah bagaimana pendidikan anti korupsi sejak dini itu diterapkan dalam pembelajaran," tandasnya.(F)