Jalan Rusak Disorot Warga, Camat Pastikan Perbaikan Dimulai Agustus, Humas PT Brantas Abipraya Belum Beri Jawaban

BOGOR, Update Cerita Indonesia – Sejumlah warga Desa Sukadamai dan Desa Sukaharja, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, memasang baliho berisi tuntutan perbaikan sejumlah ruas jalan yang menjadi akses utama aktivitas masyarakat. Aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi kepada Pemerintah Kabupaten Bogor dan pihak pelaksana pembangunan Bendungan Cijurey agar segera menangani kondisi jalan yang dinilai semakin memburuk.

Dalam baliho yang dipasang di beberapa titik, warga menyampaikan harapan agar kerusakan jalan segera diperbaiki. Menurut mereka, kondisi jalan diduga semakin rusak seiring meningkatnya aktivitas kendaraan yang digunakan dalam proyek pembangunan Bendungan Cijurey.

Warga menilai kerusakan jalan tidak hanya menghambat mobilitas sehari-hari, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat hujan. Beberapa ruas jalan dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah sehingga menyulitkan kendaraan maupun pejalan kaki untuk melintas.

Salah seorang warga berinisial AD mengaku kecewa karena hingga kini perbaikan di wilayah Desa Sukadamai dan Desa Sukaharja belum dilakukan secara menyeluruh.

"Jangan hanya janji, kami juga setiap hari menggunakan jalan tersebut," ujar AD.»

Menurut warga, perbaikan jalan sebelumnya telah dilakukan di wilayah Desa Selawangi dan Desa Karya Mekar. Karena itu, mereka berharap Desa Sukadamai dan Desa Sukaharja juga memperoleh perhatian yang sama mengingat kedua desa tersebut turut terdampak aktivitas kendaraan proyek.

Menanggapi aspirasi masyarakat, Camat Jonggol Andri Rahman menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor telah mengambil langkah bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane dan sejumlah kontraktor proyek untuk mempercepat penanganan jalan.

Menurut Andri, kebijakan tersebut merupakan arahan langsung Bupati Bogor yang melibatkan BBWS, PT Brantas Abipraya, PT Wijaya Karya (WIKA), PT Hutama Karya (HKA), serta Pemerintah Kabupaten Bogor dalam pelaksanaan perbaikan jalan.

Ia menjelaskan, survei lapangan telah dilakukan untuk menentukan titik-titik yang akan diperbaiki menggunakan konstruksi beton maupun aspal sesuai hasil pemetaan di lapangan.

Lebih lanjut, Andri menyampaikan bahwa mobilisasi alat berat, pemasangan bekisting, serta pengiriman material ditargetkan mulai dilakukan pada awal Agustus 2026. Sementara pekerjaan konstruksi dijadwalkan dimulai pada minggu kedua Agustus.

Camat Jonggol juga memaparkan tahapan koordinasi yang telah dilakukan, yakni rapat koordinasi bersama Bupati Bogor pada 13 Juli 2026 di Pendopo Kabupaten Bogor, rapat dengan BBWS pada 17 Juli 2026, rapat bersama empat kepala desa dan unsur terkait pada 18 Juli 2026, survei lapangan pada 20 Juli 2026, serta komitmen perbaikan dari BBWS pada 22 Juli 2026.

Meski demikian, masyarakat berharap komitmen tersebut segera direalisasikan mengingat kerusakan jalan telah berlangsung cukup lama dan berdampak terhadap aktivitas warga.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Humas PT Brantas Abipraya, Ageng, belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang disampaikan redaksi terkait jadwal pelaksanaan perbaikan maupun tanggung jawab perusahaan terhadap keluhan warga.

Redaksi Update Cerita Indonesia tetap membuka ruang hak jawab kepada PT Brantas Abipraya, BBWS, maupun pihak terkait lainnya sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Apabila terdapat klarifikasi atau penjelasan resmi, redaksi akan memuatnya dalam pemberitaan lanjutan secara berimbang.(F)

UpdateCerita TV